Orca Junior Festival: Mencari Bibit Petenis Sejak Dini
Tangerang -
Mencari bibit petenis muda potensial di Indonesia bukan pekerjaan mudah. Oleh karenanya sejumlah turnamen sejak usia dini terus digeber.
Salah satunya adalah POIPOI Orca Junior Festival yang sudah digelar sepanjang tahun ini. Program pembinaan dan pengembangan olahraga pada anak-anak melalui permainan tenis ini sudah memasuki edisi kelima tahun ini yang digelat di lapangan tenis Aryaduta Country Club Karawaci, 19-20 September.
Ratusan anak-anak mulai usia 4 hingga 12 tahun dari berbagai sekolah-sekolah dan klub tenis mendapat pembelajaran mengenai sportivitas, kepercayaan diri dan kerjasama tim sejak dini, melalui permainan tenis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penyelenggaraan seri kedua atau edisi kelima di tahun ini, Orca Junior Festival 2026 tidak hanya fokus dalam pengenalan dan pembelajaran serta kompetisi untuk anak usia dini. Tapi juga melakukan inovasi, dengan menggelar Coaching Workshop kepada para pelatih maupun mantan pemain, dengan mendatangkan pelatih fisik dan performa tenis profesional dari Latvia, Darja Menesi.
Lauren Lang sebagai salah satu owner dari Orca Tennis Club mengharapkan agar seluruh peserta memperoleh pemahaman baru bahwa aspek fisik, kognitif dan mengambil keputusan merupakan faktor penting dan sangat berpengaruh bagi seorang atlet, sama halnya seperti faktor teknis.
Tidak hanya tampil sebagai pembicara dan instruktur pada Orca Tennis Express Workshop yang digelar di Kedoya, Jakarta Barat, Darja juga aktif berinteraksi langsung dengan anak-anak berusia 4 hingga 8 tahun (Red Category). Anak-anak tersebut begitu menikmati permainan tenis seru yang menumbuhkan koordinasi dan rasa percaya diri.
Stefanny Anggie selaku Marketing manager POIPOI yang merupakan produsen makanan ringan sehat untuk anak-anak percaya bahwa nutrisi sangat penting bagi perkembangan atlet di usia muda.
"POIPOI Orca Junior Festival menjadi barometer baru, dalam pengembangan olahraga tenis dan mampu berprestasi di berbagai bidang karena asupan nutrisi berkualitas," ujar Anggie.
Selain Red Category, ada juga dua kategori lainnya yakni; Orange Category (7-9 tahun): Kompetisi tim dengan dua pemain terdiri dua single dan satu double, menggunakan format 10 poin tiebreak.
Lalu, ada Green Category (10-12 tahun), kompetisi tim dengan dua single menggunakan format first to 4 games. Doubles menggunakan format super tiebreak 10 poin.
(mrp/raw)