Orang tua murid khawatirkan keamanan pagar lantai lima SMP 130 Jakarta
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah orang tua murid SMP Negeri 130 Jakarta di Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, mengkhawatirkan kondisi pagar pembatas di lantai lima gedung sekolah yang dinilai belum memberikan jaminan keamanan bagi para siswa.
Berdasarkan gambar yang diterima ANTARA, pagar itu nampak longgar lantaran hanya ditopang sebilah besi pada bagian sambungannya dengan tembok.
Salah satu orang tua murid, Bedah mengaku khawatir terhadap kondisi tersebut, lantaran dapat membahayakan siswa terutama jika terjadi benturan atau anak tidak sengaja bersandar pada pembatas.
“Agak khawatir lah anak kita nanti ya, bisa jatuh,” kata Bedah saat ditemui di kawasan SMP 130 Jakarta, Kamis.
Dia berharap pihak sekolah maupun pengelola bangunan segera melakukan perbaikan agar orang tua merasa lebih tenang saat anak-anak mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Diperbaiki aja biar lebih aman," katanya.
Hal serupa juga disampaikan orang tua murid lainnya, Santi. Ia menilai, sebetulnya kondisi sekolah secara umum sudah lebih baik setelah direnovasi, terutama dari sisi kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
“Kondisinya selama dibangun ini memang lebih baik lagi dan kelihatannya juga bersih lingkungannya. Cuma tinggal sebagian aja yang belum diperbaiki,” kata Santi.
Baca juga: Disdik DKI akui masih banyak sekolah tua yang butuh diperbaiki
Menurut dia, ada beberapa perbaikan yang diperlukan agar seluruh fasilitas sekolah dapat menunjang kenyamanan siswa selama berada di lingkungan pendidikan.
“Kalau bisa diperbaiki yang agak rusak-rusak sedikit, biar anak-anak nyaman belajarnya di situ,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, turut menyoroti kondisi pagar yang belum memenuhi standar keamanan itu. Tak lupa, dia juga turut mengapresiasi terhadap sejumlah perbaikan yang sebelumnya dilakukan, termasuk pemasangan pengaman pada bagian jendela.
“Yang lebih saya soroti adalah kekuatan penahan dari bagian besi hollow ini. Ini seperti di awal saya sudah sampaikan, ini berisiko tinggi. Karena satu, ketinggiannya. Yang kedua, kekuatannya,” kata Kevin.
Menurut dia, pada bagian tertentu masih terdapat sambungan yang dinilainya belum kokoh. Ia bahkan menemukan pagar masih dapat bergerak ketika diperiksa.
“Ini contoh ya, ini ternyata juga masih belum diperbaiki, cuma ada satu ikatan. Yang lain kita mau buka, dilem di ujungnya. Jadi bagi saya ini cuma kosmetik saja,” ujarnya.
Kevin menilai kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena pagar berada di lantai lima dan berhadapan dengan aktivitas siswa.
Ia mengingatkan, risiko dapat muncul ketika siswa bermain atau bercanda dan secara tidak sengaja mendorong atau membentur pagar.
“Kalau anak-anak sekolah yang sedang bermain, bergurau, ini enggak sengaja terdorong, ini akan sangat berisiko,” tutur Kevin.
Karena itu, Kevin meminta pihak pengelola pembangunan tidak hanya memperhatikan aspek estetika, tetapi juga memastikan konstruksi pengaman benar-benar kuat sebelum fasilitas sekolah digunakan secara penuh.
Baca juga: Gubernur DKI minta Disdik cek sekolah rusak yang belum terdata
Baca juga: Tembok SMA 103 Jakarta yang roboh dalam proses perbaikan
“Jangan hanya mempercantik tetapi tidak memperbaiki esensi dari yang kita minta. Saya pengen kekuatannya juga ditambah sebelum ini benar-benar diaktifkan,” tandasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan secara resmi dari pihak sekolah maupun pihak pengelola bangunan. Adapun saat sekolah tersebut didatangi pada Kamis sekira pukul 10.30 WIB, Kepala Sekolah SMP 130 Jakarta disebut sedang tidak berada di tempat.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.