gop-crypto.vip

Operasi buta katarak Adaro, Mirhan kembali melihat harapan - ANTARA News Kalimantan Selatan

Tanjung (ANTARA) -  Senyum dan wajah penuh rasa syukur terpancar di wajah Mirhan (75) warga Desa Maradap Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan saat mengikuti operasi buta katarak gratis di Kantor Kecamatan Juai.

Program bakti sosial operasi katarak gratis tahun 2026 terselenggara melalui kolaborasi Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN), PT Adaro Indonesia, dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan.

Bersama puluhan warga Kecamatan Juai Mirhan  mendapat bantuan operasi katarak gratis dengan nyaman dan aman. 

"Saya ingin melihat jelas agar bisa bekerja kembali dan operasi ini memberi harapan baru," ungkap Mirhan saat menyampaikan testimoninya.

Hampir dua tahun Mirhan tak bisa bekerja seperti biasa menanam sayur di kebun karena mata sebelah kirinya tidak bisa melihat jelas.

Difasilitasi aparat desa dan kecamatan ia pun menjalani pemeriksaan kesehatan dan setelah melalui tahapan akhirnya Mirhan bisa menjalani operasi gratis.

Operasi buta katarak, Satu Cahaya Berjuta Ceria hasil kolaborasi dunia usaha dan Pemkab Balangan kali ini menyasar 48 mata dengan target dapat melihat kembali.

CSR Section Head PT Adaro Indonesia Aan Nurhadi menyampaikan  penderita katarak diharapkan nantinya  bisa kembali bekerja  dan mencari nafkah untuk keluarga.

"Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2003, program ini telah membantu 7.500 penderita katarak untuk mendapatkan kembali penglihatannya," jelas Aan pada seremoni Operasi Buta Katarak. 

Sasaran program sendiri ditujukan bagi masyarakat sekitar operasional PT Adaro Indonesia sebagai wujud tanggungjawab sosial perusahaan  melalui  kepedulian kesehatan masyarakat.

CSR Section Head PT Adaro Indonesia Aan Nurhadi bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Balangan Aidinnor dan Plt Kadinkes Balangan Sauki, perwakilan YABN, Forkopimca Juai,  perwakilan PT Buma saat menyerahkan bantuan dana untuk program operasi buta katarak grais, Senin (14/9/2026). (ANTARA/HO-Yabn)

Pelaksanaan operasi buta katarak 
melibatkan  tim tenaga medis  dari Pelita Pustaka Indomedika, Jawa Barat dengan menerapkan  teknologi Phacoemulsification (Phaco) sehingga operasi lebih cepat, aman, serta memiliki proses pemulihan yang lebih singkat.

Teknologi ini menggunakan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan lensa mata yang keruh sehingga dapat disedot keluar melalui sayatan mikro.

Sebelum menjalani operasi para calon pasien yang didominasi  kalangan lansia menjalani pemeriksaan kesehatan awal atau skrining seperti  tekanan darah serta  kondisi fisik mata. 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Balangan Aidinnor mewakili Bupati Balangan   mengatakan antusias masyarakat untuk sembuh dari katarak  sangat tinggi.

"Program ini wujud kolaborasi dan kemitraan yang baik antara pemerintah daerah dan dunia usaha yang harus terus diperkuat,' jelas Aidinnor.

Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.