Ombudsman Kalteng apresiasi keterbukaan informasi proses pemulihan kelistrikan - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarbaru (ANTARA) - Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi keterbukaan informasi yang dilakukan PT PLN (Persero) bersama PT SKS Listrik Kalimantan (SLK) dalam menyampaikan perkembangan proses pemulihan sistem kelistrikan yang terdampak gangguan pembangkit.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Iwan Soelistijono melalui keterangan tertulis di Kota Banjarbaru, Ahad, mengatakan keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari pelayanan publik agar masyarakat memperoleh kepastian terkait proses penanganan gangguan kelistrikan.
"Kami mengapresiasi kunjungan Ombudsman RI Provinsi Kalteng yang turun langsung ke lapangan. Bagi PLN, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat sehingga kami komitmen menyampaikan perkembangan proses pemulihan secara berkala, akurat, dan transparan agar seluruh masyarakat memperoleh informasi utuh mengenai kondisi sistem kelistrikan," ujar Iwan.
Ia menegaskan PLN menyambut baik pengawasan serta masukan dari Ombudsman sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik karena penyampaian informasi terbuka dan berkelanjutan menjadi salah satu langkah penting membangun kepercayaan masyarakat selama proses pemulihan.
Baca juga: PLN percepat pemulihan pembangkit jaga keandalan listrik Kalselteng
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Tengah Biroum Bernardianto bersama jajaran meninjau langsung PLTU Tumbang Kajuei milik PT SKS Listrik Kalimantan di Desa Tumbang Kajuei, Kabupaten Gunung Mas, Rabu (29/7) sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Peninjauan diawali rapat koordinasi bersama manajemen PT SKS Listrik Kalimantan dan Manager PLN UP3 Palangka Raya Bagus Cahyadi yang kemudian dilanjutkan inspeksi ke area pembangkit untuk melihat langsung kondisi fasilitas yang mengalami gangguan.
Biroum mengatakan hasil peninjauan menunjukkan stok batu bara di PLTU Tumbang Kajuei berada dalam kondisi aman dan mencukupi sehingga gangguan pasokan listrik tidak disebabkan keterbatasan bahan bakar.
Baca juga: Pembangkit IPP Tabalong kembali perkuat sistem kelistrikan Kalselteng
"Hasil peninjauan dan penjelasan manajemen PT SKS Listrik Kalimantan diketahui stok batu bara dalam kondisi aman dan tidak terdapat kendala pasokan. Gangguan menyebabkan pemadaman bergilir murni akibat gangguan teknis pada unit pembangkit," ungkapnya.
Ia menjelaskan kerusakan pada salah satu unit turbin menyebabkan daya mampu pasok pembangkit belum mencukupi kebutuhan sistem kelistrikan Kalselteng sehingga diberlakukan manajemen beban di sejumlah daerah untuk menjaga keandalan sistem.
Ombudsman juga mengapresiasi langkah percepatan perbaikan yang dilakukan PT SKS Listrik Kalimantan dan PLN, sekaligus meminta agar informasi mengenai perkembangan pemulihan terus disampaikan secara terbuka, akurat, dan berkala kepada masyarakat.
Plant Head PT SKS Listrik Kalimantan Subhan Hasisi menjelaskan gangguan bermula pada tanggal 22 Juli 2026 akibat kebocoran pipa boiler yang mengganggu sistem pembangkit dan diketahui adanya erosi, keropos, serta beberapa lubang pada pipa saluran air yang mengakibatkan penurunan suhu dasar sehingga unit pembangkit tidak dapat beroperasi secara normal.
"Proses perbaikan dilakukan bertahap sesuai standar operasional dan keselamatan kerja, mulai pendinginan sistem, sterilisasi area kerja, pemeriksaan pipa, penggantian bagian yang rusak, pengelasan, pengujian hingga proses pemanasan (firing) sebelum unit kembali beroperasi dan ditargetkan unit pembangkit dapat kembali masuk ke sistem pada 5 Agustus 2026," katanya.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.