gop-crypto.vip

OJK libatkan Karang Taruna Lampung jadi duta literasi keuangan desa

OJK libatkan Karang Taruna Lampung jadi duta literasi keuangan desa

Kamis, 3 September 2026 16:39 WIB

Image Print

Kepala Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy (kanan) bersama Ketua Karang Taruna Lampung Wahrul Fauzi saling bersalaman usai memaparkan program Siger Taruna Preneur, di Bandarlampung, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung melibatkan Karang Taruna sebagai mitra strategis untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat desa dari berbagai modus kejahatan keuangan melalui program Siger Taruna Preneur.

"Kami punya program Siger Taruna Preneur, dengan malakukan pemberdayaan Karang Taruna dengan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada mereka terutama yang ada di desa," kata Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan kewirausahaan kepada anggota Karang Taruna, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman mengenai literasi dan keamanan keuangan.

"Program ini diinisiasi OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Lampung, Bank Lampung, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diarahkan agar anggota Karang Taruna dapat menjadi sumber informasi literasi keuangan bagi masyarakat di wilayahnya," katanya.

Menurut Otto, posisi Karang Taruna yang dekat dengan masyarakat membuat organisasi kepemudaan tersebut memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sekaligus mengenalkan berbagai risiko kejahatan keuangan.

"Masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan, masih membutuhkan informasi yang memadai untuk mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan keuangan," kata dia.

Sehingga, lanjut dia, OJK berharap anggota Karang Taruna tidak berhenti pada pemahaman pribadi, tetapi turut menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di desa masing-masing.

"Dengan demikian, Karang Taruna dapat berperan sebagai duta literasi keuangan yang membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran investasi maupun layanan keuangan ilegal," katanya.

Otto menambahkan peran Karang Taruna juga diperlukan ketika masyarakat sudah menjadi korban penipuan atau scam. Mereka diharapkan mampu memberikan informasi awal dan mengarahkan korban kepada saluran pelaporan yang tepat.

"Jadi kami upayakan pencegahannya melalui literasi keuangan. Nanti teman-teman Karang Taruna bisa menjadi sumber informasi bagi masyarakat yang ada di desa, bahkan membantu mengarahkan ketika masyarakat menjadi korban scam, mereka harus lapor ke mana," ujar dia.

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mengatakan pihaknya menggandeng sejumlah lembaga keuangan untuk membangun kekuatan ekonomi kolektif Karang Taruna hingga tingkat desa.

"Salah satu dukungan yang disiapkan berupa pembiayaan hingga Rp30 miliar untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di lingkungan Karang Taruna," kata dia.

Ia menargetkan dukungan tersebut mulai direalisasikan pada Oktober 2026 setelah mekanisme dan skema penyaluran disusun agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

"Kami berharap penguatan kapasitas kewirausahaan dan akses pembiayaan tersebut dapat membangun kemandirian ekonomi pemuda desa sehingga Karang Taruna memiliki basis ekonomi yang kuat dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan," katanya.

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Citro Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.