gop-crypto.vip

OJK: Indeks literasi keuangan Sulawesi Tengah capai 60,07 persen di 2026

OJK: Indeks literasi keuangan Sulawesi Tengah capai 60,07 persen di 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 12:13 WIB

Image Print

Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra saat diwawancara terkait program pengembangan ekonomi daerah, di Poso, Sulteng, beberapa waktu lalu. ANTARA/Nur Amalia Amir

Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat indeks literasi keuangan di daerah ini sebesar 60,07 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 88,65 persen pada 2026.

“Indeks literasi keuangan di Sulawesi Tengah tercatat sebesar 60,07 persen dan indeks inklusi keuangan sebesar 88,65 persen,” kata Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra, di Palu, Sabtu.

Ia mengatakan capaian tersebut menunjukkan masih terdapat ruang untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan oleh masyarakat di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

Dia menjelaskan dalam upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, OJK Sulteng telah melaksanakan 154 kegiatan edukasi keuangan hingga Juli 2026 yang menjangkau 531.088 peserta dari berbagai segmen masyarakat.

Peserta kegiatan tersebut meliputi masyarakat umum, pemuda, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelajar dan mahasiswa, guru dan dosen, perempuan, profesional, petani, tenaga kerja Indonesia (TKI) dan calon TKI, penyandang disabilitas, nelayan, serta karyawan.

Kota Palu menjadi daerah dengan jumlah kegiatan edukasi keuangan terbanyak, yakni 109 kegiatan. Kabupaten Banggai dan Poso masing-masing mencatat 10 kegiatan, disusul Kabupaten Tolitoli sebanyak delapan kegiatan.

Selanjutnya, Kabupaten Buol dan Sigi masing-masing mencatat lima kegiatan, Parigi Moutong tiga kegiatan, serta Donggala, Banggai Kepulauan, Morowali, dan Morowali Utara masing-masing dua kegiatan.

Ia mengatakan pihaknya juga berupaya mengoptimalkan program edukasi lanjutan untuk memperluas jangkauan literasi keuangan di Kabupaten Tojo Una-Una dan Banggai Laut.

Selain itu, OJK Sulteng menerima 1.953 layanan konsumen sepanjang April hingga Juli 2026. Layanan tersebut terdiri atas 792 pengaduan, 781 pertanyaan, dan 380 permintaan informasi, dengan tingkat penyelesaian mencapai 93,2 persen.

Dia menambahkan OJK Sulteng juga memberikan 11.278 layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), termasuk layanan informasi debitur melalui iDebKu, sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan dan pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026