gop-crypto.vip

OJK Cirebon membuka 529 rekening SimPel bagi siswa Sekolah Rakyat - ANTARA News Jawa Barat

Cirebon (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Jawa Barat, membuka 529 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon untuk memperkuat budaya menabung sejak usia dini.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan pembukaan rekening tersebut, merupakan bagian dari peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang diikuti 540 siswa Sekolah Rakyat.

“Pembukaan rekening ini menjadi awal bagi para siswa untuk mengenal layanan keuangan formal, sekaligus membangun kebiasaan menabung secara konsisten sejak usia dini,” kata Agus, di Cirebon, Rabu.

Menurut dia, edukasi keuangan tidak cukup hanya mengenalkan produk jasa keuangan, tetapi harus mendorong anak memahami cara mengelola uang, menentukan kebutuhan dan keinginan, serta mempersiapkan masa depan.

Agus mengatakan OJK Cirebon menjadikan HIM 2026 sebagai momentum memperkuat literasi dan inklusi keuangan pelajar, melalui edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin HIM tidak berhenti sebagai sebuah momentum tahunan. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan kebiasaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembentukan kebiasaan menabung sejak dini juga menjadi bagian dari penguatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), khususnya melalui program inklusi keuangan bagi pelajar.

Agus mengemukakan kegiatan HIM 2026 tersebut melibatkan pemerintah daerah, dunia pendidikan, Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Cirebon, serta Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebagai mitra strategis.

Kolaborasi itu, lanjut dia, dilakukan untuk memperluas akses sekaligus memberikan edukasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Agus menilai kepemilikan rekening sejak usia sekolah dapat membantu siswa, mengenal layanan keuangan formal secara bertahap dan membangun perilaku keuangan yang sehat.

“Ketika menabung sudah menjadi kebiasaan sejak dini, anak-anak akan belajar mengelola keuangan, memahami kebutuhan dan keinginan serta mempersiapkan masa depan,” katanya.

Ia menyebutkan berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan OJK bersama BPS, indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, meningkat dari 66,64 persen pada 2025.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan pada 2026 mencapai 93,61 persen, naik dibandingkan 92,74 persen pada 2025. Agus mengatakan peningkatan tersebut perlu diiringi perilaku keuangan yang sehat agar masyarakat menggunakan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.

“Kami akan terus memperkuat edukasi dan inklusi keuangan pelajar melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, dan industri jasa keuangan agar budaya menabung dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar dia pula.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.