gop-crypto.vip

Obat Obesitas Turunkan Berat Badan, tetapi Belum Tentu Tingkatkan Kualitas Hidup

Bagikan:

JAKARTA - Obat obesitas seperti Ozempic dan Mounjaro dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, studi baru menemukan sebagian besar obat tersebut belum terbukti meningkatkan kualitas hidup secara berarti setelah digunakan selama satu tahun.

Dikutip dari Euronews, Sabtu, 11 Juli, pada penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The BMJ itu menganalisis 262 uji klinis yang melibatkan sekitar 100.000 peserta dan 19 jenis obat.

Hasilnya menunjukkan penurunan berat badan yang lebih besar secara konsisten berkaitan dengan meningkatnya efek samping dan penghentian pengobatan.

“Sebagian besar zat aktif tidak meningkatkan kualitas hidup secara bermakna dan hanya sedikit yang menunjukkan manfaat bagi jantung dan pembuluh darah,” tulis para peneliti.

Dalam uji klinis tersebut, peserta mengisi kuesioner standar mengenai kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan. Peneliti kemudian membandingkan perubahan skor antara pengguna obat dan peserta yang hanya menjalani perubahan gaya hidup.

BACA JUGA:


Pada sebagian besar pengobatan utama, perubahan skor kualitas hidup belum dinilai cukup besar untuk dianggap penting secara medis.

Tirzepatide, zat aktif dalam Mounjaro dan Zepbound, serta CagriSema menghasilkan penurunan berat badan terbesar pada orang dewasa dengan berat badan berlebih. CagriSema hingga kini belum mendapat izin untuk penggunaan klinis.

Semaglutide suntik yang digunakan dalam Ozempic dan Wegovy memiliki bukti terkuat dalam menurunkan risiko kematian dan kejadian berat pada jantung serta pembuluh darah.

Namun, tirzepatide dan semaglutide juga dikaitkan dengan penurunan massa tubuh tanpa lemak yang dapat merugikan kesehatan. Massa tubuh tanpa lemak adalah seluruh berat tubuh selain lemak.

Massa tubuh tanpa lemak yang rendah dikaitkan dengan meningkatnya risiko jatuh, patah tulang, dan kematian dini.

Para penulis menilai penurunan berat badan saja belum cukup untuk mengukur keberhasilan pengobatan obesitas. Kondisi kesehatan, kemampuan beraktivitas, dan kualitas hidup juga perlu diperhitungkan.

Euronews mencatat sebagian besar uji klinis yang dianalisis memiliki masa pemantauan singkat. Penelitian lebih panjang masih diperlukan untuk memahami dampak obat-obatan baru dalam jangka panjang.

Temuan mengenai kualitas hidup juga perlu dibaca dengan hati-hati. Peneliti yang tidak terlibat dalam studi mengatakan pengalaman setiap pasien berbeda dan tidak selalu tertangkap oleh kuesioner standar.

“Kualitas hidup bersifat kompleks dan berbeda pada setiap orang,” kata Marie Spreckley dari University of Cambridge.

Menurut Spreckley, alat ukur standar memang memberikan informasi penting. Namun, alat tersebut mungkin tidak menangkap seluruh pengalaman pengobatan yang dianggap penting oleh orang dengan obesitas.

Obesitas kini semakin dipahami sebagai penyakit kronis yang kompleks. Para penulis studi memperingatkan penggunaan berat badan sebagai satu-satunya ukuran dapat menyederhanakan manfaat dan risiko pengobatan, sekaligus memperkuat stigma terhadap orang dengan obesitas.

José M. Ordovás dari Tufts University mengatakan hasil penelitian itu sejalan dengan pengetahuan yang sudah ada.

“Sejumlah obat memang menghasilkan penurunan berat badan yang besar, tetapi kehilangan berat badan tidak secara otomatis memperbaiki seluruh aspek kesehatan,” kata Ordovás, yang tidak terlibat dalam penelitian.

“Timbangan hanya menceritakan sebagian dari kisah, bukan seluruhnya,” ujarnya.

Menurut Ordovás, keberhasilan penanganan obesitas sebaiknya dinilai dari kesehatan, kemampuan tubuh menjalankan aktivitas, dan kualitas hidup, bukan hanya dari jumlah kilogram yang turun.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+