Nilai tukar rupiah Kamis ditutup melemah Rp17.938 per dolar AS
Nilai tukar rupiah Kamis ditutup melemah Rp17.938 per dolar AS
Kamis, 15 Oktober 2026 16:28 WIB
Petugas menunjukan mata uang rupiah (Rp) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (7/9/2026). Bank Indonesia mencatat pasokan uang beredar luas (M2) di Indonesia pada Juli 2026 sebesar Rp 10.371,1 triliun atau tumbuh sebesar 8,3 persen year on year (yoy), tumbuh melambat dari pada Juni 2026 sebesar 8,7 persen yoy dimana hal tersebut didorong oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr *** Local Caption *** (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, bergerak melemah 35 poin atau 0,20 persen menjadi Rp17.938 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.903 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa menyatakan sentimen rupiah masih dipengaruhi oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia serta perkembangan fundamental ekonomi nasional.
“Penjualan eceran Agustus tumbuh 1,3 persen secara tahunan, meningkat dari 1,1 persen pada Juli, sementara penjualan eceran September diprakirakan tumbuh 1,4 persen,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, hal ini menunjukkan konsumsi domestik masih relatif terjaga. Kendati begitu, lanjutnya, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan arus modal asing dan kebutuhan valuta asing yang dapat mempengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran dolar AS di dalam negeri.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.948 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.898 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah Kamis ditutup melemah 35 poin ke posisi Rp17.938 per dolar AS
Pewarta : M Baqir Idrus Alatas
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.