Netanyahu: Israel Tidak Akan Mundur dari Gaza Sampai Hamas Benar-benar Dilucuti Senjatanya
Bagikan:
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan publik pertamanya terkait pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai tercapainya kesepakatan pelucutan senjata dengan Hamas. Netanyahu menegaskan Israel tidak akan mundur dari Gaza sebelum pelucutan senjata Hamas rampung dilakukan.
Dalam pesan video singkat, pemimpin Israel tersebut tidak menyinggung soal Iran dan hanya membahas Gaza—isu yang membuatnya berada di bawah tekanan Gedung Putih untuk melakukan gencatan senjata sepenuhnya dan mendukung komitmen Hamas tersebut.
Dilansir dari CNN, Rabu, 5 Agustus, dalam pernyataan yang ditujukan langsung kepada para pemilih Israel—yang akan memberikan suara dalam pemilihan umum pada akhir Oktober—Netanyahu berupaya mengecilkan arti upaya AS untuk mengatur urutan langkah pelucutan senjata awal Hamas di Gaza yang dibarengi dengan penarikan sebagian pasukan Israel serta penghentian serangan udara.
Pernyataan Netanyahu ini juga diunggah di akun media sosial pribadinya.
"Kami tidak akan mundur dari posisi kami saat ini sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya. Itu poin pertama. Kedua, kami menginstruksikan tentara IDF untuk melakukan apa pun yang diperlukan guna melindungi diri mereka sendiri, melindungi wilayah kami, dan melindungi warga kami," ujar Netanyahu.
Sumber Israel mengatakan kepada CNN, IDF kini hanya dapat beroperasi menghadapi ancaman langsung di Gaza, sementara operasi pembunuhan terarah kini memerlukan persetujuan kepala staf.
Sebelumnya, serangan terhadap individu yang dianggap sebagai ancaman bagi Israel—terlepas dari tindakan mereka pada saat tertentu—dapat disetujui di tingkat yang lebih rendah, yakni oleh kepala Komando Selatan IDF.
Trump mengumumkan janji Hamas untuk melucuti senjata melalui unggahan di Truth Social pada Kamis malam waktu setempat.Hal ini memicu peningkatan serangan Israel ke Gaza selama tiga hari yang menewaskan sedikitnya 28 orang—jumlah korban jiwa terbanyak dalam beberapa pekan terakhir.
Dua utusan senior dari tim perdamaian Trump, Nickolay Mladenov dan Aryeh Lightfoot, mendesak Netanyahu untuk mengubah sikap dalam pertemuan di Yerusalem pada hari Senin. Sejak saat itu, hanya satu serangan Israel yang dilancarkan ke Gaza, yang menewaskan dua orang.
BACA JUGA:
Dalam pesannya pada Selasa, 4 Agustus, Netanyahu berusaha meyakinkan para pemilih Israel langkah terbaru Trump terkait Gaza tersebut belum merupakan keputusan final yang pasti.
"Presiden Trump dan timnya yakin mereka dapat mewujudkan pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Gaza," kata Netanyahu.
"Kami sedang mengkajinya. Mereka telah mengirimkan draf kepada kami. Kami belum menyetujui apa pun... Kami telah mengirimkan tanggapan kami kepada mereka,” sambungnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+