gop-crypto.vip

Netanyahu Cari Dukungan Pemilu di PBB, Justru Ditanggapi Dingin Trump

Kamis, 24 September 2026 - 18:30 WIB

VIVA –Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu terliat hadir dalam Sidang Umum PBB. Kehadirannya di sana juga dimanfaatkanya untuk meningkatkan dukungan jelang pemilu di Israel. 

Baca Juga

Namun sayangnya menurut analisis media Israel, Netanyahu disebut kesulitan untuk berkesempatan menemui Presiden Amerika Serikat, Donald Trump selama kunjungannya ke New York.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Reporter diplomatik The Times of Israel, Lazar Berman, menulis bahwa kantor Netanyahu telah berupaya mengatur pertemuan dengan Trump. Namun, presiden AS tersebut disebut tampaknya tidak bersedia bertemu.

Baca Juga

Melansir laman Anadolu Agency, Netanyahu diketahui mencari dukungan untuk pemilu tahun ini sebab,  koalisi Netanyahu masih jauh dari 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.

Sementara itu, Trump diketahui bertemu dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani pekan ini. Sementara itu, Trump hingga kini belum secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Netanyahu untuk kembali menjabat, menurut analisis tersebut.

Baca Juga

Setelah analisis itu diterbitkan, Trump membagikan artikel mengenai hasil jajak pendapat yang dilakukan sekitar sepekan sebelumnya. Survei tersebut menunjukkan koalisi Netanyahu sedikit unggul atas pesaingnya, meski masih belum mencapai mayoritas. Namun, Berman mencatat Trump tidak secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Netanyahu.

Menurut Berman, pertemuan dengan Trump sebenarnya dapat memberi Netanyahu kesempatan menghidupkan kembali klaim yang pernah digunakannya dalam kampanye sebelumnya, yakni bahwa hubungannya dengan para pemimpin dunia menjadi pembeda dibandingkan para pesaingnya, terutama Gadi Eisenkot.

Pertemuan tersebut juga dapat memberi Netanyahu kesempatan menyampaikan kepentingan Israel terkait Iran, Lebanon, dan Gaza secara langsung kepada Trump. Berman menilai kesempatan itu dapat membantu Netanyahu kembali menggunakan argumen kampanye sebelumnya bahwa dirinya berada "di level yang berbeda" dibandingkan para pesaingnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Netanyahu juga menghadapi sejumlah persoalan di dalam negeri. Berman menyoroti kemarahan pemilih terkait kegagalannya mencegah serangan 7 Oktober 2023, penolakannya untuk membentuk komisi penyelidikan negara atas tragedi tersebut, sikap koalisi pemerintahannya yang tetap menolak mewajibkan kaum Haredi menjalani wajib militer, serta meningkatnya kecenderungan ekstremisme di masyarakat.

Meski Netanyahu akan berbicara di hadapan para pemimpin dunia di PBB, Berman menulis bahwa audiens utamanya justru adalah para pemilih Israel yang menyaksikan pidatonya dari rumah.

Halaman Selanjutnya

Netanyahu harus meyakinkan mereka bahwa dirinya masih menjadi pilihan yang tepat dalam urusan keamanan, setelah apa yang disebut Berman sebagai tiga kampanye militer yang jelas-jelas belum menghasilkan hasil yang menentukan di Gaza, Lebanon, dan Iran.