Nekat Naik ke Gunung Etna yang Sedang Erupsi, Turis Disambar Petir
Catania -
Sebagai gunung vulkanik aktif tertinggi di Eropa, Gunung Etna menjadi magnet bagi turis dunia. Meski sedang erupsi, ada saja turis yang nekat mendaki ke sana.
Seorang turis asal Amerika Serikat tewas di Gunung Etna, Minggu (16/8/2026). Pendaki pria berusia 29 tahun itu tewas disambar petir pada malam hari di sebuah area terbuka yang gersang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badai petir ekstrem mendadak melanda kawasan puncak gunung berapi tanpa adanya perlindungan pohon atau tempat berlindung di atas batas vegetasi (tree line).
Tim evakuasi datang dengan menggunakan helikopter pada pukul 20.00 waktu setempat. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Cannizzaro di Catania, namun dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah tiba.
Turis asal Kansas, Amerika Serikat itu ditemukan di ketinggian sekitar 1.400 meter di kawasan Rocca Capra, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (20/8/2026).
Pihak berwenang telah menutup sebagian area lereng gunung bagi para pendaki akibat aktivitas gunung berapi yang berkepanjangan.
Aktivitas vulkanik bahkan sempat memaksa penutupan bandara di kota Catania pekan lalu. Bandara pun menghentikan operasi karena abu vulkanik yang menutup jarak pandang.
Namun belum jelas apakah pria tersebut berada di area yang ditutup itu.
Selain perubahan cuaca gunung yang sangat cepat, letusan gunung berapi aktif seperti Etna juga dapat memicu fenomena petir vulkanik.
Gesekan intens antarpartikel abu dan batuan panas yang menyembur ke udara memicu penumpukan listrik statis dalam awan abu, yang berpotensi menghasilkan sambaran petir berbahaya meskipun cuaca di sekitarnya tidak sedang badai hujan.
Pejabat setempat menyatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, jumlah korban jiwa akibat sambaran petir di Gunung Etna lebih banyak dibandingkan korban akibat aktivitas vulkanik. Kasus kematian terakhir yang terkait dengan letusan gunung berapi terjadi pada tahun 1987.
(bnl/ddn)