Musim kemarau pengaruhi produksi listrik PLTA Musi dan Tes di Bengkulu - ANTARA News Bengkulu
Kepahiang, Bengkulu (ANTARA) - PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bengkulu mencatat produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi dan PLTA Tes mengalami penurunan hingga hampir 50 persen dibandingkan rata-rata semester I akibat dampak musim kemarau.
Manajer PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu Ariful Bahri di Kepahiang, Senin, mengatakan penurunan elevasi atau debit air permukaan menjadi penyebab utama merosotnya pasokan energi primer kedua pembangkit itu.
"Jadi produksi kita itu dibandingkan rata-rata semester I turun hampir separuhnya. Kami berharap menjelang akhir tahun kondisi cuaca lebih baik dan curah hujan kembali normal sehingga produksi listrik bisa kembali optimal," kata Ariful.
Dia menjelaskan, PLTA Musi yang berlokasi di Kabupaten Kepahiang memiliki kapasitas terpasang sebesar 210 Megawatt (MW) atau 3 x 70 MW, sedangkan PLTA Tes di Kabupaten Lebong berkapasitas 23,32 MW (4 x 4,4 MW).
Listrik yang dihasilkan kedua pembangkit tersebut, kata dia, hingga saat ini menjadi penopang energi baru terbarukan (EBT) terbesar di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Menurut dia, untuk menjaga ketahanan sumber air jangka panjang pihaknya terus melakukan konservasi di daerah tangkapan air (catchment area) melalui program penghijauan di wilayah daerah aliran sungai (DAS).
"Upaya ini kami lakukan melalui penanaman pohon untuk menjaga ekosistem di wilayah tangkapan air agar pasokan air resapan tetap terjaga, terlebih saat musim kemarau," ujarnya.
Dalam pelaksanaan program konservasi ini, PLN bekerja sama dengan kelompok tani setempat dengan memfasilitasi bibit tanaman produktif berupa buah-buahan dan pohon kayu yang selain bernilai ekologis juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Terhitung sejak 2023, total pohon yang telah ditanam oleh PT PLN Indonesia Power UBP Bengkulu mencapai 20.000 batang yang tersebar di empat lokasi DAS sekitar kawasan operasional pembangkit.
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.