Musim Kemarau Hantui Ketahanan Pangan, Ini Jawaban Amran |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman optimistis fenomena El Nino tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional. Keyakinan itu didasarkan pada kesiapan pemerintah memperkuat cadangan pangan, menjaga produksi, serta memperlancar distribusi pangan menjelang puncak musim kemarau.
Amran mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi dampak El Nino sejak jauh hari dengan membangun cadangan pangan pemerintah (CPP) yang kuat. Menurut dia, pengalaman menghadapi El Nino pada 2023 menjadi bekal penting dalam menyusun langkah mitigasi tahun ini.
"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita tahun 2023, alhamdulillah kita lolos. Kalau bulan Agustus sampai September memang musim kering. Insya Allah pangan kita aman, terutama beras," kata tokoh yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian (Mentan) ini, Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, swasembada beras menjadi prioritas karena komoditas tersebut menyumbang lebih dari separuh konsumsi pangan masyarakat Indonesia. Amran menyebut Indonesia kini tidak lagi mengimpor beras medium sehingga telah mencapai swasembada beras.
Selain beras, Amran mengatakan Indonesia juga telah mampu memenuhi kebutuhan sejumlah komoditas strategis lain, seperti telur ayam, daging ayam, jagung pakan, bawang merah, dan cabai. Kondisi tersebut memperkuat optimisme pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem.
"Kenapa beras? Karena lebih dari 50 persen itu persentase beras kalau setiap kita makan. Tambah telur, juga sudah swasembada. Tambah daging ayam, sudah swasembada. Jagung pakan, bawang merah, dan cabai juga. Minyak goreng kita suplai dunia. Presiden kita hebat. Capaian hari ini, pangan kita aman," ujarnya.
Berdasarkan data Bapanas per 8 Juli 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton. Pemerintah juga memiliki cadangan jagung pakan sebanyak 188 ribu ton, minyak goreng sekitar 1,1 ribu kiloliter, gula konsumsi sekitar 2,79 ribu ton, serta daging ayam sebanyak 38 ton.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan pemerintah terus memperkuat cadangan pangan, meningkatkan produksi, memperlancar distribusi, dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari strategi menghadapi El Nino.
"Kita harus tetap waspada menghadapi El Nino dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi yang terus meningkat, distribusi yang semakin kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kita," kata Sarwo.
Untuk komoditas yang mudah rusak seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, Bapanas menilai pasokan tetap aman karena produksi nasional diproyeksikan berada di atas kebutuhan konsumsi sepanjang tahun. Kondisi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan memperkuat ketahanan pangan nasional selama musim kemarau.