gop-crypto.vip

MUI Kecam Challenge Hafalan Surat Al-Qur’an Berhadiah Miras, Sebut Tak Bisa Dibenarkan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:00 WIB

VIVA –Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara menyusul aksi tantangan (challenge) yang dibuat salah satu brand minuman keras (miras). Sebagaimana dalam video yang beredar di media sosial, brand miras itu diduga membuat tantangan yang mana peserta harus menghafalkan Surat Ad-Dhuha untuk mendapatkan hadiah berupa minuman beralkohol.

Baca Juga

MUI menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang mana pun. Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa gimik pemasaran yang memadukan ayat suci dengan minuman beralkohol telah melanggar tatanan agama, etika moral, hingga hukum yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata dia dikutip dari situs resmi MUI, Selasa 11 Agustus 2026.

Baca Juga

Dia menjelaskan bahwa Alquran merupakan Kalamullah yang sangat disucikan dan kegiatan membacanya adalah bentuk ibadah bernilai tinggi. Sebaliknya, minuman keras merupakan jenis minuman yang secara tegas diharamkan dalam Alquran. Menurutnya, menyandingkan ibadah membaca Alquran sebagai syarat untuk mendapatkan hadiah miras adalah tindakan yang merendahkan martabat agama.

"Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Alquran," lanjutnya.

Baca Juga

Seperti diberitakan sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan aksi tantangan (challenge) yang dibuat oleh salah satu brand minuman keras (miras). Dalam video yang viral di media sosial, brand tersebut diduga membuat tantangan dengan hadiah minuman beralkohol, dengan syarat peserta harus menghafalkan Surat Ad-Dhuha.

Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram Ustaz Dr. Hilmi Firdausi @hilmi.firdausi, tampak seorang perempuan mengikuti tantangan tersebut di booth brand miras. Perempuan itu kemudian membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga akhir tanpa terlihat terputus.

Setelah perempuan tersebut berhasil menyelesaikan hafalannya, sejumlah sales dan sejumlah laki-laki yang berada di booth langsung bersorak dan meramaikan suasana. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu pembawa acara yang ada di booth itu kemudian menanyakan identitas wanita tersebut. Dia juga menanyakan jenis minuman apa yang diinginkannya. 

"Temannya mana, temannya yang membacakan surat tadi (Surat Ad Dhuha) mana?," kata seorang perempuan

Halaman Selanjutnya

"Mau apa mau apa temennya? Pesen," sambung perempuan itu.