gop-crypto.vip

MRT Tawarkan Singapura Kembangkan TOD Blok M, Kota hingga Lebak Bulus

Liputan6.com, Jakarta - PT MRT Jakarta menawarkan sejumlah proyek pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) kepada investor Singapura. Langkah ini membuka peluang masuknya investasi asing untuk pengembangan kawasan TOD di Jakarta.

Division Head Property Management Division PT MRT Jakarta, Muchamad Iqbal Bimo Arifianto, mengatakan MRT Jakarta tidak menetapkan target nominal investasi. Namun, perusahaan menawarkan sejumlah aset yang dapat dikembangkan bersama investor.

“Kita sudah menawarkan opsi-opsi aset. Opsi-opsi aset tadi dari Blok M, lalu ada di Kota, ada Lebak Bulus juga, ada titik-titik tapi paling banyak di Kota,” kata Bimo dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Bimo, satu aset dapat dikembangkan oleh lebih dari satu investor sehingga peluang investasi tidak terbatas pada satu perusahaan.

“Jadi kita tawarkan bukan target nominal, tapi juga target aset. Tapi tidak satu aset itu bisa menjadi beberapa investasi, tidak hanya dari satu perusahaan saja,” ujarnya.

Bimo menyebut MRT Jakarta saat ini masih mengutamakan investor lokal. Namun, perusahaan mulai membuka peluang lebih luas bagi investor asing, termasuk dari Singapura dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

“Kita akan tetap membuka peluang-peluang dari investor-investor, terutama saat ini dilakukan di Singapura gitu ya, di Asia Tenggara, dan bahkan kita mungkin bisa lebih luas ke mancanegara,” jelas Bimo.

Salah satu proyek yang ditawarkan kepada investor asing adalah pengembangan kawasan Blok M. Menurut Bimo, keterlibatan investor asing diharapkan tidak hanya membawa tambahan pendanaan, tetapi juga pengetahuan mengenai pengembangan kawasan TOD.

“Ini karena investor-investor bukan hanya membawa (bantuan dana) pembangunan bagi Jakarta, tapi juga membawa ilmu, bagaimana mereka develop (proyek TOD) di sana seperti apa,” kata Bimo.