gop-crypto.vip

Mojtaba Khamenei Diklaim Bakal Diganti dari Posisi Pemimpin Iran

Jakarta, CNN Indonesia --

Media oposisi Iran mengeklaim bahwa mulai santer kemungkinan rencana Teheran mengganti posisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dengan tokoh lain.

IranWire melaporkan bahwa dua sumber yang mengetahui informasi tersebut membeberkan setelah tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat dan berakhirnya perang dengan AS serta Israel, seorang Pemimpin Tertinggi baru akan dipilih untuk Republik Islam tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua sumber ini, yang memiliki hubungan erat dengan berbagai faksi di dalam rezim Republik Islam, menyatakan dalam wawancara eksklusif dengan IranWire bahwa baik para pemimpin politik dari berbagai faksi maupun sejumlah komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meyakini bahwa kelanjutan kepemimpinan Mojtaba Khamenei, yang konon dibantu oleh kecerdasan buatan, tidak dapat dipertahankan dan justru melemahkan sistem tersebut," demikian tulis media tersebut.

Media itu kemudian mengutip sumber yang berhubungan dengan kantor para Grand Ayatollah (Beyt) di Qom.

"Segala puji bagi Tuhan, sistem ini tidak kekurangan ahli teologi yang adil, saleh, memahami dinamika zaman, serta merupakan manajer dan ahli strategi yang berani dan cakap (syarat konstitusional utama untuk kepemimpinan). Yang Mulia Seyyed Mojtaba Khamenei, karena alasan tertentu-kemungkinan besar terkait kondisi fisik, tidak mampu menjalankan seluruh tugasnya," demikian tulis IranWire mengutip pernyataan sumber tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Oleh karena itu, para pejabat tinggi negara sedang menunggu situasi mereda dan perang berakhir. Saat itulah salah satu atau sekelompok ahli teologi terhormat tersebut akan mengambil alih Welayat (perwalian/kepemimpinan). Tentu saja, tokoh-tokoh tersebut akan tetap memanfaatkan pandangan dan pengalaman Yang Mulia Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei (semoga Tuhan melindunginya)."

Menurut sumber tersebut, banyak anggota Majelis Faqih atau Mahelis Ahli juga mendukung pemilihan Pemimpin Tertinggi yang baru.

Sumber IranWire lainnya, yang pernah bertugas di IRGC selama bertahun-tahun, meyakini bahwa demonstrasi baru-baru ini terhadap mantan Presiden Hassan Rouhani dan aktivitas terkini dari "Kampanye Janfada" bertujuan untuk mencegah pemilihan pemimpin baru dan mempertahankan posisi Mojtaba Khamenei.

"Kelompok-kelompok tertentu di negara ini, khususnya individu-individu di dalam IRGC dan Basij, serta mereka yang memiliki ikatan ekonomi terbuka maupun terselubung dengan kedua institusi tersebut,memandang masa kini dan masa depan mereka semata-mata bergantung pada kelanjutan permusuhan dan perang. Ketiadaan pemimpin yang kuat merupakan keuntungan bagi mereka yang ingin mereka manfaatkan semaksimal mungkin," kata sumber itu.

IranWire sebelumnya melaporkan ketidakpuasan para pejabat tinggi terhadap perluasan Kampanye Janfada. Sumber-sumber media itu menyatakan bahwa Hossein Taeb, komandan Basij dan mantan kepala Organisasi Intelijen IRGC, menambahkan pelatihan militer ke dalam Kampanye Janfada demi memperluas pengaruhnya atas cabang-cabang rezim lainnya.

Taeb mengaku menjalin komunikasi rutin dengan Mojtaba Khamenei dan menegaskan bahwa Mojtaba sepenuhnya mengetahui perluasan kampanye tersebut; sebuah klaim yang dianggap sebagai kebohongan besar oleh banyak pejabat, menurut sumber IranWire.

(bac)