Minuman yang cocok diminum pagi hari untuk dukung fungsi ginjal
Jakarta (ANTARA) - Memilih minuman yang tepat pada pagi hari dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan mendukung kerja ginjal. Air putih menjadi pilihan utama, tetapi ada beberapa minuman lain yang dapat dikonsumsi dengan memperhatikan kandungannya.
Ginjal membutuhkan cairan untuk membantu membuang limbah dari tubuh melalui urine serta menjaga keseimbangan cairan dan mineral. Kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal dan dalam kondisi tertentu dapat mengganggu fungsi ginjal.
Berikut beberapa minuman yang dapat menjadi pilihan pada pagi hari.
Baca juga: 7 makanan sehat yang bantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal
Baca juga: Kenali 6 fungsi ginjal dalam tubuh, jangan abaikan kesehatannya
1. Air putih
Air putih merupakan pilihan paling sederhana untuk memenuhi kebutuhan cairan setelah bangun tidur. Air tidak mengandung gula maupun kalori dan membantu ginjal menjalankan proses penyaringan serta pembuangan limbah melalui urine.
Tidak ada aturan yang mewajibkan setiap orang minum dalam jumlah yang sama. Kebutuhan cairan dapat berbeda berdasarkan usia, ukuran tubuh, aktivitas, cuaca, kehamilan, dan kondisi kesehatan.
Karena itu, jangan memaksakan minum air dalam jumlah berlebihan dengan anggapan semakin banyak semakin baik. Orang dengan penyakit ginjal tertentu justru mungkin perlu membatasi asupan cairan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
2. Teh tanpa gula
Teh tanpa tambahan gula dapat menjadi alternatif bagi orang yang tidak terlalu menyukai air putih. Minuman seperti teh dan kopi juga menyumbang asupan cairan bagi tubuh.
Namun, sebaiknya hindari penambahan gula secara berlebihan. Minuman tinggi gula dapat berdampak buruk terhadap kesehatan secara keseluruhan dan berkaitan dengan faktor risiko penyakit ginjal, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
3. Kopi tanpa banyak gula
Kopi tanpa tambahan gula berlebihan juga dapat dikonsumsi sebagai bagian dari asupan cairan. Namun, kopi bukan pengganti air putih sebagai sumber utama hidrasi.
Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, konsumsi kopi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh. Hindari pula menjadikan kopi dengan banyak gula atau krimer sebagai minuman rutin karena kandungan tambahannya dapat meningkatkan asupan gula dan kalori.
4. Jus buah tanpa tambahan gula
Jus buah tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan lain. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi karena jus mengandung gula alami dan kalori.
Pilihan yang lebih baik adalah jus tanpa gula tambahan dan tidak menjadikannya pengganti konsumsi buah utuh. National Kidney Foundation juga memasukkan jus buah tanpa gula sebagai salah satu pilihan minuman, tetapi menekankan konsumsinya dalam jumlah sedang.
Baca juga: Sulit tidur? Coba 7 minuman alami yang bisa membantu cepat terlelap
5. Susu nabati tanpa gula
Susu berbahan dasar tumbuhan yang tidak diberi tambahan gula juga dapat menjadi pilihan. Namun, kandungan kalium, fosfor, natrium, dan bahan tambahan pada setiap produk dapat berbeda.
Karena itu, masyarakat perlu membaca label nutrisi sebelum membeli. Bagi orang yang memiliki penyakit ginjal kronis, pemilihan minuman perlu disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga kesehatan karena kebutuhan kalium, fosfor, natrium, dan cairan dapat berbeda.
Minuman yang sebaiknya dibatasi
Selain memilih minuman yang baik, penting juga membatasi minuman tinggi gula, minuman bersoda, minuman energi, dan alkohol.
Konsumsi rutin minuman tinggi gula dikaitkan dengan berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, sedangkan alkohol dapat menyebabkan dehidrasi. Minuman energi juga dapat mengandung kombinasi kafein, gula, natrium, dan bahan tambahan lainnya.
Tidak perlu minuman "Detoks" untuk membersihkan ginjal
Masyarakat tidak perlu mengandalkan minuman detoks atau ramuan tertentu untuk "membersihkan" ginjal. Ginjal secara alami memiliki fungsi menyaring darah dan membuang limbah melalui urine.
Hal yang lebih penting adalah menjaga hidrasi sesuai kebutuhan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi garam dan gula tambahan, menjaga berat badan, serta mengendalikan tekanan darah dan gula darah. Faktor seperti diabetes dan tekanan darah tinggi diketahui meningkatkan risiko penyakit ginjal.
Dengan demikian, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk diminum pada pagi hari. Minuman lain seperti teh atau kopi tanpa banyak gula dapat menjadi variasi, sementara jus buah tanpa gula sebaiknya dikonsumsi secara terbatas.
Bagi orang yang sudah memiliki penyakit ginjal, terutama yang menjalani dialisis atau mengalami penurunan fungsi ginjal, aturan minumnya dapat berbeda. Jumlah cairan yang aman sebaiknya ditentukan bersama dokter atau ahli gizi karena terlalu banyak cairan juga dapat menimbulkan masalah.
Baca juga: Asupan protein berlebih bisa pengaruhi fungsi ginjal
Baca juga: Waspadai penyakit ginjal: Ini penjelasan dan jenis-jenisnya
Baca juga: Macam-macam minuman yang bisa bantu kendalikan tekanan darah
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.