gop-crypto.vip

Militer Yaman Klaim 1.200 Personel Houthi Dinetralisir dalam Operasi Fajar Yaman

Rabu, 14 Oktober 2026, 11:00 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Angkatan bersenjata Yaman mengklaim sekitar 1.200 personel kelompok Houthi telah dinetralisir dalam Operasi Fajar Yaman. Selain itu, lebih dari 440 kendaraan dan peralatan militer dilaporkan hancur atau rusak akibat serangan pasukan pemerintah.

Juru bicara militer Yaman, Kolonel Majed Abdullah Al Nuzaily, menyampaikan klaim tersebut melalui media sosial X. Ia mengatakan pasukan pemerintah mencatat kemajuan di sejumlah front timur dan selatan setelah melancarkan serangan intensif.

Meski demikian, angka 1.200 personel tersebut belum terverifikasi secara independen. Pihak militer juga belum merinci jumlah personel yang tewas maupun terluka dalam operasi tersebut. Istilah “dinetralisir” dalam pernyataan militer itu tidak secara otomatis berarti seluruhnya tewas.

Menurut Al Nuzaily, Operasi Fajar Yaman melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, peluncur roket, serta unit penembak jitu. Serangan diarahkan ke pusat komando dan kendali Houthi, benteng pertahanan, posisi tembak, pos pengamatan, area konsentrasi pasukan, gudang senjata dan amunisi, serta sarana transportasi dan logistik.

Pasukan pemerintah juga mengklaim menyerang sejumlah target militer bernilai tinggi di wilayah yang dikuasai Houthi.

Al Nuzaily menegaskan serangan tersebut menyasar sasaran militer yang dianggap sah dan dilaksanakan sesuai hukum humaniter internasional. Namun, klaim mengenai sasaran dan hasil operasi tersebut masih memerlukan konfirmasi independen.

Baca Juga: Pakar Ungkap Penyebab Houthi Serang Arab Saudi, Indonesia Didorong Berperan

Operasi Fajar Yaman dilancarkan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi dan memulihkan kendali pemerintah. Kelompok tersebut telah menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi lain sejak 2014.

Pada Maret 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Konflik berkepanjangan itu menjadi bagian dari ketegangan regional yang melibatkan berbagai pihak. Perkembangan operasi terbaru masih perlu dipantau, termasuk dampaknya terhadap penguasaan wilayah, jumlah korban, dan keselamatan warga sipil.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti