Menyusuri Hulu Citarum, Memunguti Sampah di Tengah Sejuk Gunung Wayang |Republika Online
Sejumlah relawan dari pecinta alam universitas mengikuti gerakan Bebersih Leuweung di Kilometer 0 Citarum, Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026). Republika kembali menggelar kegiatan Bebersih Leuweung dalam rangkaian acara ESG Now Movement dengan melibatkan warga, mahasiswa dan lembaga lingkungan untuk yang ke empat kalinya sebagai wujud komitmen Republika untuk mengedukasi masyarakat terkait kesadaran buang dan pilah sampah dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Udara dingin menyambut langkah puluhan mahasiswa ketika menyusuri kawasan Situ Cisanti di kaki Gunung Wayang, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026). Tak hanya sekadar menikmati suasana alam, mereka datang dengan membawa trash bag dan satu tujuan. Yaitu memunguti sampah yang ditemukan di kawasan hulu Sungai Citarum.
Bagi Adzka Prasura Widjaya, mahasiswa Universitas Winaya Mukti (Unwim), kegiatan tersebut terasa dekat dengan kesehariannya. Mendaki dan berkegiatan di alam merupakan salah satu hobinya.
"Iya antusias sekali ikut acara ini. Apalagi kan mendaki atau ke alam ini jadi hobi saya," ujar Adzka.
Adzka bersama puluhan mahasiswa lainnya mengikuti kegiatan Bebersih Leuweung Republika 2026 yang digelar di kawasan Situ Cisanti, titik nol Kilometer Sungai Citarum. Mereka berasal dari komunitas pecinta alam RIMBAWAN Universitas Winaya Mukti, Raimuna Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) dan Pamor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Langkah mereka membawa rombongan menyusuri kawasan Situ Cisanti hingga mendaki Gunung Wayang. Sampah plastik yang ditemukan di sepanjang perjalanan dipungut satu per satu dan dimasukkan ke dalam kantong yang telah disiapkan.
Bagi Adzka, kegiatan semacam itu penting karena kawasan gunung dan hutan tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati alam. Lingkungan yang bersih juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestariannya.
Ia menilai kegiatan Bebersih Leuweung menjadi salah satu bentuk kepedulian yang bisa dilakukan bersama. Terutama oleh mereka yang sehari-hari menikmati kawasan alam untuk berkegiatan.
Di kawasan Situ Cisanti, kepedulian tersebut memiliki makna yang lebih luas. Dari kawasan inilah aliran Sungai Citarum bermula. Menjaga sungai yang membentang hingga ke wilayah hilir karenanya tidak cukup dilakukan ketika persoalan pencemaran sudah muncul di tengah atau hilir sungai. Upaya tersebut perlu dimulai dari kawasan hulunya.
Semangat itulah yang menjadi dasar pelaksanaan ESG Now Ground Talk dan Bebersih Leuweung 2026 yang digelar Republika di kawasan Situ Cisanti. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian ESG Now Movement 2026 dengan tema "Citarum Harum: Kolaborasi Membangun Ekosistem Sungai Berkelanjutan".
Sebelum turun langsung membersihkan kawasan, para peserta mengikuti Ground Talk yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas lingkungan, serta akademisi. Forum tersebut membahas kondisi dan masa depan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sekaligus pentingnya menjaga kawasan hulu sebagai bagian dari ekosistem sungai.