gop-crypto.vip

Menteri PPPA: Masa depan bangsa ditentukan cara mendidik anak saat ini - ANTARA News Gorontalo

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi mengatakan masa depan Indonesia selain ditentukan kebijakan yang disusun pemerintah saat ini, juga bagaimana cara mendidik dan melindungi anak agar tumbuh menjadi generasi emas.

"Ketika anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan mendukung perkembangan mereka, Indonesia sedang menyiapkan generasi yang berkualitas dan berkarakter untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," kata Menteri PPPA di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat.

Saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional dan Temu Alumni "Transformasi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Menuju Generasi Emas 2045: Kolaborasi Akademisi, Kebijakan Publik, dan Perlindungan Anak", di Yogyakarta, Menteri PPPA mengatakan isu pendidikan dan perlindungan anak tidak dapat dipisahkan dari masa depan bangsa.

Menurut dia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kelompok anak usia 0–17 tahun mencapai sekitar 30,1 persen dari populasi Indonesia pada 2025, jumlah tersebut menunjukkan bahwa sekitar sepertiga penduduk Indonesia merupakan anak-anak.

"Anak memiliki posisi yang penting dan strategis untuk Indonesia 2045. Bagaimana Indonesia ke depan tergantung bagaimana kita mendidik dan mengasuh anak-anak kita pada hari ini," katanya.

Menteri PPPA mengatakan, pendidikan anak perlu ditempatkan dalam lingkungan yang memungkinkan mereka tumbuh dengan aman dan memperoleh kasih sayang.

"Sebaliknya, ketika anak tumbuh dalam lingkungan yang tidak aman, persoalan yang muncul bukan hanya menjadi tantangan bagi keluarga, tetapi juga bagi Indonesia yang akan kehilangan generasi penerus terbaiknya," katanya.

Menteri PPPA mengatakan, hasil penelitian yang menunjukkan satu dari dua anak, yang artinya 50 persen usia 13–17 tahun pernah mengalami kekerasan, karena itu persoalan kesehatan mental anak juga mendapatkan perhatian lebih serius.

Arifah mengingatkan kekerasan terhadap anak memiliki banyak bentuk, mulai dari kekerasan fisik, emosional, hingga seksual. Kekerasan emosional, misalnya, dapat muncul dalam pola komunikasi sehari-hari yang dianggap biasa oleh orang dewasa, tetapi dapat memberikan dampak bagi anak.

"Ketika menemukan korban, penanganannya harus sampai tuntas. Anak yang menjadi korban perlu mendapatkan pendampingan agar dampak kekerasan tidak berlanjut dan rantai kekerasan dapat diputus," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri PPPA: Masa depan bangsa ditentukan cara mendidik anak saat ini

Pewarta: Hery Sidik
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.