gop-crypto.vip

Menteri PPN Soroti Penyebab Karhutla: Sebagian Terbakar, Sebagian Dibakar

Moehamad Dheny Permana

| 14 Oktober 2026, 15:44 WIB

Menteri PPN Soroti Penyebab Karhutla: Sebagian Terbakar, Sebagian Dibakar

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, saat menyampaikan sambutan dalam acara Dialog Pemberdayaan, di Jakarta, Rabu (14/10/2026). - Foto: Akurat.co/Moehamad Dheny Permana

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan keprihatinan atas cobaan berat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai wilayah.

Ia menyebut persoalan ini semakin memprihatinkan karena diduga ada unsur kesengajaan yang memperparah situasi kebakaran di lapangan.

"Hari-hari ini kita sedang menghadapi cobaan yang berat. Sebagian wilayah kita terbakar. Sebagian wilayah kita tidak hanya terbakar tapi dibakar. Ini yang terus terang memprihatinkan kita," kata Rachmat, dalam acara Dialog Pemberdayaan, di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, pemerintah pusat beserta instansi terkait terus berkoordinasi dan bekerja keras di lapangan guna memadamkan kobaran api serta menanggulangi dampak buruk yang ditimbulkan.

"Bapak presiden bersama rekan-rekan yang paling muncul menangani persoalan kebakaran sedang berjuang mengatasinya," ujar Rachmat.

Baca Juga: DPR Soroti Sanksi Korporasi Pelaku Karhutla: Cabut Izin Saja Tak Cukup

Dampak dari bencana ini tidak hanya merusak kawasan lingkungan, tetapi juga membebankan tekanan yang sangat berat bagi masyarakat terdampak di area bencana.

"Warga yang tertimpa kebakaran juga sedang mengalami persoalan yang berat. Semoga ini juga bisa segera kita atasi," tuturnya.

Selain menyoroti masalah kebakaran, Rachmat juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai kunci utama dalam mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas.

"Tadi di dalam doa sudah disampaikan bahwa kalau saja masyarakat kita berdaya, kita bisa mencapai Indonesia Emas dengan lebih cepat. Titik Indonesia Emas mengarahkan Indonesia menjadi negara maju," jelasnya.

Rachmat menjelaskan bahwa visi besar tersebut menuntut hadirnya pemerataan ekonomi, peningkatan kualitas manusia, serta komitmen penuh terhadap kelestarian ekosistem dan sosial.