Mentan tegaskan beras produksi petani Indonesia perkuat bantuan pangan - ANTARA News Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan beras produksi petani Indonesia memperkuat stok penyaluran program bantuan pangan pemerintah bagi 33,24 juta penerima manfaat di berbagai daerah.
“Dulu beras ini dari negara lain, impor. Dulu berasnya dari Pakistan, India, Thailand. Hari ini, satu tahun saja dibawa kepemimpinan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), swasembada beras (tercapai), ini dari petani Indonesia dan untuk rakyat Indonesia,” kata Amran di Jakarta, Sabtu.
Bantuan pangan beras kembali disalurkan pemerintah kepada masyarakat di berbagai daerah.
Amran mengatakan penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo.
"Ini atas arahan Bapak Presiden, membagi bantuan ke seluruh tanah air, seluruh Indonesia. Totalnya kita bagikan tahap pertama, 33,24 juta orang. Itulah bentuk cinta Bapak Presiden dan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai besarnya alokasi bantuan pangan beras tahun ini juga menunjukkan semakin kuatnya dukungan produksi beras dalam negeri. Menurutnya, beras yang disalurkan kepada masyarakat saat ini merupakan hasil produksi petani Indonesia.
Program bantuan pangan beras selama tahun 2026 memecahkan rekor karena jumlahnya paling besar dalam setahun sejak diluncurkan pada tahun 2023. Total beras yang dialokasikan untuk bantuan pangan beras tahun ini mencapai 2,6 juta ton.
Total alokasi bantuan pangan beras tahun 2026 terdiri atas sekitar 664 ribu ton untuk periode Februari-Maret, 997 ribu ton untuk Juli-September, serta estimasi 997 ribu ton untuk periode Oktober-Desember 2026.
Untuk periode Oktober-Desember 2026, pemerintah kembali mengalokasikan bantuan beras bagi 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Masing-masing penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan.
Ia menegaskan kondisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kuat ini menjadi bagian penting dalam penguatan sektor pertanian karena kebutuhan pangan masyarakat dapat semakin ditopang oleh produksi petani dalam negeri.
Selain penyaluran bantuan pangan, Amran juga menyoroti kondisi stok beras pemerintah yang saat ini berada pada level tinggi. Ia menyampaikan stok beras yang berada di gudang Perum Bulog mencapai sekitar 4,6 juta ton.
“Stok kita di Bulog, hari ini masih ada 4,6 juta ton. Dulu kalau bulan seperti ini hanya 1 juta ton, 2 juta ton, maksimal 2 juta ton. Sekarang dua kali lipat,” ungkap Amran.
Ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan dan stabilisasi pasokan serta harga pangan.
"Bantuan pangan beras merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap pangan, khususnya bagi kelompok penerima manfaat," tutur Amran.
Pada saat yang sama, penyerapan produksi dalam negeri menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen.
Badan Pangan Nasional memastikan pelaksanaan bantuan pangan beras terus dikawal agar penyalurannya berjalan sesuai ketentuan dan diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.