gop-crypto.vip

Mentan percepat intervensi pertanian untuk tekan kemiskinan di Alor

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mempercepat intervensi pertanian di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penguatan pangan dan pengembangan perkebunan jangka panjang guna menekan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Di sini kemiskinan masih tinggi. Solusi tercepatnya adalah pertanian. Karena itu, kita kerjakan yang jangka pendek dan jangka panjang sekaligus," kata Mentan dalam kunjungan kerja di Alor, sebagaimana terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Mentan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, setelah mendengar langsung aspirasi mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat mengisi kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang pada Kamis (6/8).

Dalam kesempatan tersebut, Adriano menyampaikan kondisi masyarakat Alor, mulai dari persoalan harga dan distribusi beras hingga kebutuhan dukungan pemerintah untuk mengembangkan sektor pertanian.

Baca juga: Kementan dan Pemerintah Aceh percepat pemulihan pertanian pascabencana

Aspirasi tersebut kemudian mendorong Mentan Amran untuk tidak berhenti pada respons dari Jakarta, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat dan potensi pertanian Alor.

Mentan mengatakan, dirinya sengaja membatalkan agenda rapat pimpinan karena ingin memastikan persoalan yang disampaikan mahasiswa tersebut dapat segera ditindaklanjuti di lapangan.

“Kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta dan langsung terbang ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi di bawah naungan Kementerian Pertanian,” kata Mentan.

Menurut Mentan, aspirasi Adriano menunjukkan bahwa suara mahasiswa dapat menjadi pengingat penting bagi pemerintah mengenai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di daerah.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.