Menko PMK: Kepintaran anak bernilai nol tanpa kesehatan mental - ANTARA News Gorontalo
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengingatkan para pendidik dan orang tua bahwa kecerdasan akademik seorang anak akan bernilai nol jika tidak diimbangi dengan kesehatan fisik serta mental yang prima.
"Matematika bisa dapat 10, tetapi kalau dia tidak sehat fisik maupun mental, artinya apa? Artinya nilai 10 itu dikalikan nol. Berapa nilai akhirnya? Nol juga," katanya dalam kegiatan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (RANA) Wujudkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.
Menko Pratikno menegaskan bahwa segala upaya mendidik anak menjadi pintar tidak akan membawa hasil optimal jika mereka tidak sehat secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual.
Ia menilai gangguan kesehatan mental pada anak seringkali berakar dari tindak kekerasan yang dialaminya,
Menko PMK secara khusus menyoroti dampak kekerasan bekerja secara luar biasa dalam merusak masa depan dan perkembangan psikologis generasi muda.
Menurut dia, anak yang mengalami kekerasan secara berlebihan cenderung dihinggapi rasa takut yang kronis, kecemasan, instabilitas mental, hingga berubah menjadi sosok yang agresif dan pemarah. Pada kasus lain, anak tersebut bisa berbalik menjadi sosok yang sangat pendiam dan menarik diri dari pergaulan sosialnya.
"Di sekolah (mereka akan) sulit konsentrasi, mengalami gangguan belajar, rendah diri, merasa tidak berharga, dan sulit untuk percaya (kepada orang lain)," ujarnya menjelaskan.
Oleh karena itu, untuk memutus mata rantai masalah tersebut, Pratikno menyerukan perwujudan empat "Ruang Aman dan Nyaman" bagi anak.
Ia menjelaskan ruang pertama adalah keluarga sebagai pilar kasih sayang, disusul ruang kedua yakni satuan pendidikan yang meliputi sekolah, madrasah, dan pesantren.
Untuk mewujudkan ruang aman yang ketiga, yakni ruang publik, Menko PMK secara khusus menugaskan seluruh jajaran kepala daerah untuk turut turun tangan.
"Yang keempat adalah aman dan nyaman di ruang digital," katanya melengkapi fondasi perlindungan anak.
Di samping pemenuhan keempat ruang tersebut, Pratikno juga mendorong keberanian para siswa untuk berani bersuara dan segera melapor kepada guru maupun orang tua apabila melihat atau mengalami tindakan kekerasan sekecil apa pun di lingkungan mereka.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko PMK: Kepintaran anak bernilai nol tanpa kesehatan mental
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.