Menko pastikan pagar yang terpasang di sejumlah mal telah dibongkar - ANTARA News Jawa Timur
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan kepala daerah telah meminta beberapa pengelola pusat perbelanjaan untuk membongkar pagar-pagar yang sebelumnya terpasang di sejumlah mal.
Pembongkaran pagar itu dilakukan karena beberapa alasan, salah satunya yakni melanggar izin tertentu.
"Saya tidak mau menyebutkan mal yang mana ya, tetapi kira-kira pemerintah daerah setempat sudah melakukan penertiban itu," kata Djamari saat jumpa pers di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu.
Namun demikian, Djamari tidak menjelaskan secara rinci izin apa yang telah dilanggar tersebut.
Menurut dia, pemasangan pagar tersebut tidak berkaitan dengan antisipasi aksi anarkis yang dikabarkan terjadi pada Agustus 2026 ini, melainkan hanya untuk kepentingan keamanan mal secara umum.
"Jadi, semuanya itu adalah kepentingan keamanan dari mereka sendiri dan itu pun sudah dianggap tidak memenuhi izin seperti yang dilakukan oleh beberapa tempat," ujarnya.
Oleh karena itu, Djamari meminta masyarakat untuk tidak panik dan mempercayakan seluruh aspek keamanan terhadap pemerintah.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kondisi ibu kota aman sehingga meminta pengelola mal dan perkantoran agar segera melepas pagar yang baru terpasang karena tidak perlu merasa khawatir berlebih.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Gubernur DKI Pramono Anung di Blok M Hub Jakarta, Jumat (31/7).
Pramono menyoroti peristiwa tersebut dan mengingatkannya pada unjuk rasa serta kerusuhan pada Agustus 2025.
Dia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI, Polri maupun aparat penegak hukum lainnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," ucapnya.
Sementara, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan pemasangan pagar di pusat perbelanjaan, termasuk di wilayah Jakarta sebagai upaya menciptakan ketertiban umum.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan pemasangan pagar bukan hal baru dan banyak pusat perbelanjaan yang sejak dibangun telah dilengkapi dengan pagar.
Oleh karena itu, ia menegaskan pemasangan pagar juga dimaksudkan sebagai pembatas antara area pusat perbelanjaan dan ranah publik, termasuk sebagai lokasi penyampaian pendapat di muka umum.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat pagar yang baru terpasang sepanjang 100 meter dengan tinggi 2,5 meter membentang di depan pusat perbelanjaan Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan.
Pagar berwarna abu-abu itu dipasang di dekat pintu masuk utama mobil dari Jalan Raya Casablanca.
Sebelumnya, ramai di media sosial sejumlah pusat perbelanjaan di berbagai daerah, seperti Surabaya dan Jakarta serentak memasang pagar.
Pewarta: Walda Marison
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.