Menko Pangan: Mulai Oktober warga usia 17 tahun dibukakan rekening BRI - ANTARA News Jambi
Lampung Selatan (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah mulai Oktober 2026, membuka rekening baru bagi seluruh masyarakat Indonesia berusia 17 tahun ke atas sebagai sarana penyaluran berbagai bantuan pemerintah.
“Mulai Oktober seluruh rakyat Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening baru di BRI. Dimodali Rp50 ribu. Semua bantuan nanti ke situ, beasiswa, bantuan pangan, bantuan tunai, PKH, segala macam,” kata Zulkifli Hasan di Lampung Selatan, Jumat.
Baca juga: Purbaya sebut anggaran pembukaan rekening massal belum final
Ia mengatakan pembukaan rekening tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menerima berbagai program bantuan pemerintah sekaligus mendukung penyaluran bantuan secara lebih terarah.
Menurut dia, pemerintah juga menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan dalam bentuk barang melalui koperasi desa.
“Kalau barang di Kopdes. Beras, jagung, alsintan, bungkuk nanti di koperasi desa. Mudah-mudahan Oktober sudah berjalan,” ujarnya.
Zulkifli menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem penyaluran bantuan kepada masyarakat agar dapat dilakukan melalui saluran yang lebih terintegrasi.
Baca juga: Airlangga: Pemerintah siapkan Rp11 triliun untuk rekening massal
Baca juga: Rosan: BRI dan BSI siapkan pembukaan rekening massal
Dengan adanya rekening bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas, berbagai bantuan pemerintah, baik bantuan sosial maupun program dukungan lainnya, diharapkan dapat disalurkan secara lebih mudah dan tepat sasaran.
Sementara untuk bantuan dalam bentuk barang, pemerintah mendorong pemanfaatan koperasi desa sebagai titik penyaluran, sehingga masyarakat dapat mengakses kebutuhan maupun dukungan program pemerintah melalui kelembagaan ekonomi di tingkat desa.
Pewarta: Riadi Gunawan
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.