gop-crypto.vip

Etana perkuat ekosistem pendampingan pasien kanker - ANTARA News Megapolitan

Jakarta (ANTARA) - PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) memperkuat ekosistem pendampingan pasien kanker melalui dukungan terhadap komunitas yang menyediakan edukasi serta dukungan emosional dan sosial bagi pasien dan keluarga.

Presiden Direktur Etana Nathan Tirtana mengatakan upaya penanganan kanker tidak cukup hanya melalui pengembangan inovasi di bidang kesehatan, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak.

"Di Etana, kami percaya bahwa menghadirkan inovasi di bidang kesehatan saja tidaklah cukup. Inovasi harus berjalan berdampingan dengan kepedulian, empati, dan kolaborasi agar benar-benar memberikan dampak bagi kehidupan pasien," kata Nathan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Etana mendukung peluncuran Komunitas Harapan Indonesia yang bertepatan dengan momentum Hari Kanker Paru Sedunia 2026 bersama Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dan Srikandi Indonesia.

Komunitas tersebut menjadi wadah bagi pasien kanker, penyintas, caregiver, keluarga, hingga tenaga kesehatan untuk berbagi pengalaman serta memperoleh informasi dan edukasi kesehatan.

Nathan mengatakan keberadaan komunitas pasien menjadi bagian penting dalam membangun sistem pendukung bagi masyarakat yang menjalani pengobatan kanker.

Menurut dia, tantangan penanganan kanker tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak sehingga membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, industri, komunitas pasien, dan masyarakat.

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia Cosphiadi Irawan mengatakan dukungan keluarga, teman, dan lingkungan memiliki peran penting bagi kondisi psikologis seseorang setelah didiagnosis kanker.

"Begitu seseorang didiagnosis kanker, yang terbersit dalam pemikirannya adalah bahwa ini hukuman mati. Dengan support system yang baik dari keluarga, teman, dan lingkungan, rasa tertekan itu dapat dijembatani sehingga penderita kanker mulai melihat adanya harapan baru," ujarnya.

Ia menjelaskan kanker dapat disembuhkan apabila ditemukan pada stadium awal. Sementara pada stadium lanjut, pengobatan diarahkan untuk mencapai masa bebas progresi penyakit.

Pilihan pengobatan kanker, kata dia, juga terus berkembang mulai dari terapi sistemik, terapi target, imunoterapi onkologi hingga terapi sel.

Cosphiadi mengingatkan masyarakat untuk berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala yang menetap selama lebih dari tiga minggu sehingga pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan lebih dini.

Sementara itu, Ketua Komunitas Harapan Indonesia Evie Wahyudi berharap kolaborasi antara komunitas, tenaga kesehatan dan pihak lainnya dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan yang benar sekaligus dukungan emosional.

Etana menyatakan akan melanjutkan kolaborasi dengan komunitas pasien, organisasi profesi, dan mitra lainnya untuk memperluas dukungan bagi pasien kanker serta keluarganya.

Pewarta: ANTARA
Uploader : M Fikri Setiawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.