Menjadikan Semarang kota tujuan utama di Pulau Jawa
Menjadikan Semarang kota tujuan utama di Pulau Jawa
Rabu, 5 Agustus 2026 13:59 WIB
Ilustrasi - Para peserta Karnaval Dugderan membawa maskot karnaval berupa patung hewan imajiner Warak Ngendok, saat melintas di Jalan Pemuda Semarang, Jateng, Jumat (27/6). Karnaval Dugderan merupakan tradisi khas warga Kota Semarang yang digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/ss/ama/14.
Semarang (ANTARA) - Kota Semarang siap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional, regional bahkan internasional. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dalam pertemuan dengan Komisi VII DPR RI dan pengelola kawasan industri di Semarang, pekan lalu, menegaskan hal itu.
Pernyataan ini tentunya bukan tanpa dasar. Misalnya jika melihat dari jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Semarang. Berdasarkan catatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, total kunjungan pada tahun 2024 mencapai 7.345.373 orang, kemudian meningkat signifikan menjadi 8.971.530 orang sepanjang tahun 2025.
Pada tahun 2026, untuk periode Januari – Mei, data BPS menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Kota Semarang sudah mencapai 6,17 juta perjalanan. Angka ini menempatkan Kota Semarang sebagai destinasi wisata terfavorit nomor satu di wilayah Jawa Tengah untuk paruh pertama tahun ini.
Sementara dari sisi infrastruktur penunjang, ada 182 hotel berbagai kelas di Kota Semarang. Belum lagi beberapa hotel baru yang tengah dibangun dan penambahan mall di Kota Semarang. Bahkan Pakuwon Grup, ingin menjadikan Kota Semarang memiliki mall terbesar di Indonesia. Proyek bernilai triliunan itu tengah dibangun di Kawasan Gombel Lama Kota Semarang. Targetnya, super mall tersebut akan beroperasi pada 2029 mendatang.
Kota Semarang memiliki beberapa keuntungan yang jarang dimiliki ibu kota provinsi lain terutama di Pulau Jawa. Akses ke bandara sangat dekat. Begitu juga stasiun kereta. Pelabuhan juga terhitung di pusat kota. Jika menggunakan akses jalan darat, terhubung langsung dengan tol Trans Jawa selain tentu saja jalur Pantai Utara Jawa.
Artinya, jika ingin membuat kegiatan di Kota Semarang, akses masuk maupun keluar dari pusat-pusat transportasi publik tidaklah jauh sehingga dapat menghemat waktu perjalanan. Kota Semarang juga termasuk kota terluas di Pulau Jawa.
Tentu saja nilai tambah Kota Semarang ini, perlu diimbangi dengan kesiapan sektor yang lain. Dirigen pembangunan dan pengelolaan Kota Semarang ada di pasangan Agustina – Iswar. Banjir, jalanan yang semakin padat, layanan transportasi publik adalah sebagian dari tantangan yang harus dihadapi. Jika ini terus diperbaiki, Kota Semarang akan semakin asik untuk ditempati dan dikunjungi. Tak hanya untuk dilewati.
Oleh Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.