Menhut: Penanganan karhutla terus dilanjutkan, titik panas menurun - ANTARA News Jambi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan pentingnya para pemangku kepentingan terkait untuk terus melakukan penanganan berkelanjutan, terlepas tren jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nasional mulai menurun.
“Secara nasional saya ingin laporkan kepada masyarakat Indonesia, sekali lagi kondisi kita belum aman dari karhutla, namun tren secara nasional juga menurun membaik,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.
Berdasarkan data tren harian hotspot enam provinsi prioritas pada 29-30 Agustus 2026, hotspot di Kalimantan Tengah turun dari 1.116 menjadi 308 titik atau 72,4 persen.
Lebih lanjut, Kalimantan Barat turun dari 899 menjadi 455 titik atau 49,4 persen, Kalimantan Selatan dari 108 menjadi 18 titik atau 83,3 persen, dan Riau dari 3 menjadi 0 titik atau 100 persen.
Sementara itu, hotspot di Sumatera Selatan pada periode yang sama tercatat naik dari 37 menjadi 39 titik, sedangkan di Jambi, hotspot naik dari 1 menjadi 2 titik.
Menhut mengatakan, data tersebut juga menunjukkan tren hotspot harian Sumatera Selatan dalam lima hari terakhir masih berfluktuasi, yakni 62 titik pada 26 Agustus, 157 titik pada 27 Agustus, 81 titik pada 28 Agustus, 37 titik pada 29 Agustus, dan 39 titik pada 30 Agustus.
Menhut Raja Antoni mengingatkan penurunan hotspot tidak berarti persoalan asap telah selesai, terutama di kawasan gambut.
Menurut dia, pendinginan dan pembasahan secara intensif diperlukan karena titik api masih dapat kembali muncul.
“Tapi sekali lagi, hotspot ini tidak menandakan bahwa tidak ada asap, karena nature-nya gambut meskipun tidak ada apinya asapnya tetap selalu terlalu ada,” kata Menhut.
“Apabila tidak diadakan pendinginan, pembasahan atau pendinginan yang intensif yang berkali-kali, ini masih berpotensi menjadi fire spot kembali,” ujarnya melanjutkan.
Menhut Raja Antoni menegaskan pemerintah terus menangani karhutla, sekaligus meminta seluruh elemen masyarakat ikut berperan di tengah kondisi El Nino yang sangat kuat.
“Kami berharap kerja sama semua pihak, baik masyarakat, kepala desa, sampai seluruh elemen masyarakat dibawa untuk sama-sama berpartisipasi menyelesaikan masalah ini,” kata Menhut Raja Antoni.
Baca juga: Menhut tutup sementara pendakian 9 taman nasional rawan karhutla
Baca juga: Kalteng mulai berlakukan PJJ guna cegah dampak buruk asap bagi siswa
Baca juga: Atasi karhutla, modifikasi cuaca di Jambi hingga awal September
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.