Mendag dorong perdagangan jadi penggerak investasi ekspor
Mendag dorong perdagangan jadi penggerak investasi ekspor
Jumat, 18 September 2026 18:06 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membuka Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) Global Investment Forum, di Jakarta, Jumat (18/9/2026). ANTARA/HO-Kemendag
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan pentingnya memperkuat perdagangan Indonesia sebagai penggerak masuknya investasi berorientasi ekspor.
Menurutnya, memperkuat perdagangan melalui perluasan pasar ekspor akan menciptakan peluang investasi baru yang mendukung peningkatan kapasitas produksi Indonesia. Oleh karena itu, makin luasnya akses pasar ekspor Indonesia akan makin meningkatkan daya tarik investor untuk menjadikan Indonesia basis produksi dan bagian dari rantai pasok global.
"Perjanjian dagang tidak hanya memperlancar perdagangan, tetapi juga memungkinkan investasi. Jika perdagangan berjalan dengan baik, investasi akan mengikuti," ujar Budi melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Dalam pembukaan Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) Global Investment Forum di Jakarta, Jumat, Budi mengatakan peluang penguatan investasi melalui perdagangan dapat ditempuh, salah satunya melalui forum bisnis.
Ia berharap, pertemuan pelaku usaha, mitra dagang, dan investor dapat menghasilkan kerja sama yang memperkuat perdagangan sekaligus mendorong realisasi investasi.
Indonesia saat ini telah memiliki 25 perjanjian perdagangan yang telah diimplementasikan, sementara dua perjanjian sedang dalam proses ratifikasi dan 13 perjanjian masih dalam proses negosiasi.
Perjanjian perdagangan dengan negara mitra menjadi instrumen untuk memperluas akses pasar, sekaligus menciptakan kepastian bagi dunia usaha dalam mengembangkan kegiatan perdagangan dan investasi.
Sejalan dengan upaya memperluas perdagangan, Kemendag juga mendorong semakin banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar global.
Selain mendorong ekspor, Kemendag juga memperluas akses UMKM ke pasar dalam negeri melalui kerja sama dengan ritel modern.
Kemendag memfasilitasi produk UMKM yang memenuhi persyaratan kualitas dan daya saing untuk masuk ke jaringan ritel modern, sehingga akses pasarnya lebih luas dan berkelanjutan.
"Produk-produk lokal kita sudah banyak dijual di ritel modern. Syaratnya, produk harus berkualitas dan berdaya saing. Kalau produknya memiliki standar, HIPPINDO sudah siap untuk menampung," katanya pula.
Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026