gop-crypto.vip

Menapak jalan swasembada bawang putih

Menapak jalan swasembada bawang putih

Selasa, 22 September 2026 12:25 WIB

Image Print

Buruh mengangkut mengangkut bawang putih impor di Pasar Induk Gadang, Malang, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Jawa Timur secara keseluruhan sepanjang Januari hingga Juli 2026 naik 16,56 persen dari 16,74 miliar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 19,52 miliar dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana kenaikan nonmigas tertinggi terjadi pada komoditas buah-buahan senilai 214,49 juta dolar AS serta kelompok sayur-sayuran termasuk bawang putih senilai 130,12 juta dolar AS guna memenuhi kebutuhan pasar domestik. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz

Jakarta (ANTARA) - Setelah sukses menyetop impor beras mulai 2025, pemerintah berencana mengurangi impor sejumlah komoditas pangan strategis lainnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut ada empat komoditas yang kini diprioritaskan untuk dikurangi jumlah impornya, yakni gandum, jagung, kedelai, dan bawang putih.

Dari keempat komoditas pangan tersebut, upaya menggenjot produksi bawang putih menuju swasembada dinilai memiliki peluang untuk diwujudkan.

Itu sebabnya, menjadi sangat masuk akal bila pemerintah memberi perhatian serius terhadap upaya mengurangi ketergantungan pada impor bawang putih. Pemerintah ingin secepatnya mewujudkan swasembada komoditas tersebut.

Seperti diketahui, bawang putih merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia. Ada beberapa hal yang perlu dicermati untuk membaca kondisi bawang putih nasional.

Pertama, terkait impor. Indonesia masih bergantung pada impor bawang putih untuk memenuhi kebutuhan nasional. Pada 2022, Indonesia mengimpor sekitar 536.000 ton bawang putih.

Kedua, produksi dalam negeri. Produksi bawang putih nasional masih relatif rendah dibandingkan dengan kebutuhan. Pada 2022, produksi bawang putih dalam negeri mencapai sekitar 18.000 ton.

Ketiga, harga. Harga bawang putih di Indonesia dapat berfluktuasi bergantung pada musim dan ketersediaan pasokan. Pada 2023, harga bawang putih impor berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Keempat, upaya pemerintah. Secara umum, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri, antara lain memberikan bantuan benih dan pupuk kepada petani serta meningkatkan luas areal tanam.

Dengan kondisi tersebut, pemenuhan kebutuhan bawang putih Indonesia masih bergantung pada impor meskipun berbagai upaya untuk meningkatkan produksi dalam negeri telah dilakukan.

COPYRIGHT © ANTARA 2026