gop-crypto.vip

Menag ajak masyarakat kembangkan konsep ukhuwah makhluqiyah lingkungan - ANTARA News Ambon, Maluku

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak masyarakat untuk memperluas cakrawala persaudaraan dengan menggalakkan konsep ukhuwah makhluqiyah atau persaudaraan sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan demi mewujudkan pertobatan ekologis yang berkelanjutan.

Hal tersebut ditegaskan Menag Nasaruddin Umar saat menjadi pembicara dalam acara "Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata" Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin.

Menurut Menag, berbagai kitab suci, termasuk Al Quran, menegaskan bahwa seluruh alam semesta senantiasa bertasbih memuji Sang Pencipta.

Oleh karena itu, lanjutnya, hubungan antara manusia dan alam semesta harus diletakkan dalam kerangka etika teologis yang harmonis bukan sebagaimana pandangan sekuler yang menganggap alam sebagai benda mati.

"Pandangan sekuler yang berkembang sekitar abad 18-19 itu adalah keliru, mengganggap alam sebagai benda mati, dan bertentangan dengan ajaran agama manapun," kata Menag.

Dia mencontohkan tradisi leluhur masyarakat Nusantara pada masa lampau memiliki kedekatan emosional dan spiritual yang sangat kuat dengan alam, mulai dari cara membaca tanda-tanda cuaca di laut hingga memanfaatkan kekayaan botani secara arif tanpa merusak.

"Dahulu nenek moyang kita itu mengelola alam semesta ini menggunakan otak kanan yang didominasi oleh feeling. Begitu melihat hamparan, lautan, atau pohon besar, yang dilihat adalah sahabat, bukan objek eksploitasi," kata Menag.

Dalam kesempatan itu Menag juga menyoroti pentingnya menerjemahkan teks keagamaan secara tepat, seperti memaknai frasa Bismillahirrahmanirrahim sebagai "atas nama Allah" yang mencerminkan sifat kasih sayang Tuhan (The Mother of God), alih-alih pendekatan ekomaskulin yang destruktif.

Baginya merawat lingkungan dengan penuh cinta kasih merupakan wujud nyata dari pengamalan ajaran agama yang menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan bumi, bukan perusak yang melampaui batas.

Bukan justru, kata dia, memandang bentang alam ini semata untuk dieksploitasi, dimana gunung-gunung digali dan hutannya digunduli lalu kemudian dikonversi menjadi usaha bernilai ekonomis tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

"Semakin kalian tidak bersahabat dengan alam, maka Anda akan mengundang kiamat itu datang lebih awal. Maka dari itu, pertobatan ekologi ini merupakan bagian mutlak dari implementasi konsep ekoteologi," ujar Menag Nasaruddin.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.