gop-crypto.vip

Maulid Nabi, Sidkon Djampi Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian dan Persatuan Bangsa |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum kelahiran Rasulullah SAW harus menjadi pengingat untuk meneladani akhlak, memperkuat kedamaian, serta menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB, Sidkon Djampi mengatakan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Terlebih, bangsa Indonesia memiliki keragaman suku, agama, budaya, serta berbagai perbedaan pandangan.

Menurut Sidkon, perbedaan seharusnya tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling menjauh atau terpecah. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa.

“Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk kembali meneladani Rasulullah. Beliau mengajarkan kasih sayang, persaudaraan, kedamaian, dan bagaimana membangun kehidupan bersama dalam keberagaman,” ujar Sidkon, Selasa (25/8/2026).

Ia menilai, pesan perdamaian menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi. Masyarakat, kata dia, perlu bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

Dalam pandangan Sidkon, sifat Rasulullah yang dikenal dengan siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Kejujuran menjadi fondasi kepercayaan, amanah memperkuat tanggung jawab, sedangkan kecerdasan dan kebijaksanaan diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan.

Politisi PKB tersebut juga mengajak masyarakat Jawa Barat terus menjaga tradisi gotong royong dan saling menghormati. Persatuan bangsa tidak cukup hanya disampaikan melalui slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai perbedaan pilihan, pandangan, atau latar belakang membuat kita kehilangan rasa persaudaraan. Indonesia berdiri karena para pendahulu mampu menyatukan perbedaan untuk satu tujuan, yaitu kehidupan bangsa yang lebih baik,” katanya.

Sidkon menambahkan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat pendidikan karakter generasi muda. Keluarga, sekolah, pesantren, dan lingkungan masyarakat perlu bersama-sama menanamkan nilai akhlak, toleransi, serta kecintaan terhadap bangsa.

Menurut dia, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Bangsa juga membutuhkan generasi yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan komitmen untuk menjaga kerukunan.

“Jika nilai-nilai Rasulullah benar-benar kita amalkan, insya Allah masyarakat semakin santun, damai, saling menghargai, dan kuat dalam menjaga persatuan,” tuturnya.

Sidkon berharap Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat komitmen menjaga Indonesia tetap damai dan bersatu.

“Dari Jawa Barat, mari kita rawat persaudaraan dan persatuan. Kedamaian adalah tanggung jawab bersama, dan persatuan bangsa harus terus kita jaga,” kata Sidkon.