gop-crypto.vip

Maudy Ayunda Minta Maaf Setelah Konten Mindfulness Dinilai 'Tone Deaf' |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris sekaligus penyanyi Maudy Ayunda menyampaikan klairifikasi dan permintaan maaf setelah konten "Mindfulness di tengah Bad News" dikritik karena dinilai tidak peka alias tone deaf. Dalam pernyataan yang disematkan di kolom komentar video tersebut, Maudy menyadari bahwa menjauh dari berita negatif adalah bagian dari privilise dan tidak semua masyarakat bisa melakukannya.

"Being able to step away from the news is itself a privilege. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitanya. Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya," kata Maudy dikutip pada Selasa (15/9/2026).

la menjelaskan ketika membuat video tersebut ia sebenarnya sedang berbagi refleksi tentang perjuangan pribadi, bagaimana ia bisa tetap peduli dan mengikuti apa yang terjadi sambil menjaga diri supaya tetap bisa hadir dengan lebih berarti. Karena bagi Maudy, situasi yang terjadi belakangan ini sangat membuat frustrasi.

"Adanya karhutla, bencana gempa, berbagai kebijakan dan program yang enggak tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat, maupun berbagai isu-isu lain yang juga sama pentingnya. Ini adalah masa yang begitu sulit, terutama bagi masyarakat yang terdampak secara langsung," kata Maudy.

Dia menyebut tidak ingin mindfulness menjadi alasan untuk tidak peduli atau menjauh dari realita yang ada. Apalagi ajakan untuk berdiam diri, ataupun melihat seolah keadaan baik-baik saja.

"Malah, mindfulness ini membuat aku bisa melihat sebab akibat secara jelas, membantu kita tetap peduli dan hadir, dan tetap peka terhadap terhadap apa yang dirasakan mereka yang terdampak," kata dia.

Diketahui, konten "Mindfulness di tengah Bad News" yang diunggah Maudy pada 21 Agustus 2026 di saluran YouTubenya dihujani kritik. Banyak warganet menilai, ajakan mindfulness kala rentetan krisis yang terjadi di Indonesia itu cacat logika.

Seorang warganet juga berpendapat bahwa Maudy selama ini hidup nyaman di gelembungnya sendiri tanpa benar-benar memahami bahwa sesuatu yang dia anggap "bad news" adalah realitas pahit yang harus dihadapi oleh banyak masyarakat.

"Konten ini secara teori enggak salah, tapi lebih cocok jadi bahan obrolan di tongkrongan yang tidak terdampak kebijakan pemerintah dan bencana alam. Sepertinya beliau juga masih berusaha menata hidupnya, tapi kurang sadar kalau beliau ada kedekatan dengan kekuasaan atau karena dari dulu hidupnya nyaman," kata warganet dalam komentarnya.