Masyarakat Adat Nusantara Nabire tolak hoaks dan konflik antar suku - ANTARA News Papua Tengah
Nabire (ANTARA) - Masyarakat Adat Nusantara di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berkomitmen menolak hoaks, provokasi, kekerasan, dan konflik antar suku untuk menjaga persatuan serta keamanan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Deklarasi Masyarakat Adat Nusantara yang digelar LMA Kabupaten Nabire di Taman Gizi Oyehe, Distrik Nabire, Rabu (19/8).
Korwil LMA Papua Tengah Yona Kogoya mengatakan keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan masyarakat Nabire yang harus dijaga untuk memperkuat persaudaraan dan kedamaian.
“Keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan utama masyarakat Nabire untuk menjaga persaudaraan dan kedamaian,” katanya.
Menurut dia, masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan serta mencegah berbagai tindakan yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Ketua LMA Kabupaten Nabire Karel Misiro mengatakan deklarasi tersebut menjadi simbol persatuan masyarakat adat sekaligus komitmen untuk menjaga adat dan budaya sebagai warisan leluhur.
Dalam deklarasi tersebut, masyarakat adat menyatakan komitmen menjadikan keberagaman sebagai kekuatan persatuan, menolak provokasi, hoaks, kekerasan, dan konflik antarsuku, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Masyarakat adat juga menyatakan dukungan terhadap program pembangunan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.
Mewakili Bupati Nabire, Asisten I Setda Nabire La Halim mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi peran LMA sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban sosial, memperkuat persatuan, dan melestarikan budaya.
“Perbedaan harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan,” katanya.
Deklarasi tersebut diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai suku dan elemen masyarakat. Setelah deklarasi, peserta mengikuti pawai budaya dari Taman Gizi Oyehe menuju Kalibobo dan kembali ke lokasi awal.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut mengusung tema “Bersama dalam Keberagaman Ciptakan Papua Tengah yang Aman dan Damai”.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.