gop-crypto.vip

Masih di Bawah Target, Lifting Minyak RI Baru Capai 570 Ribu Barel

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi produksi minyak siap jual atau lifting baru mencapai 570 ribu barel per hari (bph) per Oktober 2026 ini. Angka capaian sementara tersebut masih berada di bawah target lifting minyak dalam APBN 2026 sebesar 610 ribu bph.

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti menyebutkan realisasi lifting 570 ribu barel per hari tersebut mencakup gabungan pasokan minyak mentah dan kondensat dalam negeri. Pihaknya bersama para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) terus mengupayakan skenario komersialisasi baru untuk mendongkrak capaian lifting di sisa dua bulan terakhir.

"Sebagai gambaran Bapak Ibu, bahwa 2026 tentunya banyak kendala yang kami hadapi yang akan menekan target lifting nasional di akhir tahun 2026 dari yang sudah ditargetkan sebesar 610 (ribu bph) untuk oil. Dan ini tentunya masih ada sisa waktu 2 bulan, kami optimis melalui beberapa skenario lifting yang baru tentunya akan terus diupayakan untuk mendekatkan kepada target lifting 2026 tersebut," ujar Desti dalam Konferensi Pers Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Dia menjelaskan bahwa mayoritas wilayah kerja migas yang dikelola saat ini sudah dikategorikan sebagai lapangan tua (mature). Kondisi tersebut memicu penurunan produksi secara alamiah (natural decline) sehingga membutuhkan kegiatan pemboran serta strategi komersialisasi yang lebih adaptif guna mempertahankan tingkat produksi.

"Oleh karena itu tantangan terbesar adalah bagaimana kita berusaha untuk menekan penurunan natural decline tidak terlalu tajam melalui kegiatan masif pemboran. Dan tentunya ini menjadi kontribusi utama kegiatan hulu migas yang akan memberikan dampak terhadap peningkatan dari investasi hulu migas," imbuhnya.

Meskipun capaian 570 ribu barel per hari masih bersifat data sementara, pihaknya optimis volume lifting dapat terus bertambah hingga Desember 2026. Penambahan volume pasokan tersebut juga berpotensi meningkat setelah komponen hidrokarbon lain seperti gas cair (natural gas liquids/NGL) dimasukkan dalam hitungan lifting minyak nasional.

"Sudah termasuk kondensat. Tapi itu belum dilakukan skenario komersialisasi lainnya. Kita kan lagi terus berupaya ya. Ini untuk yang data sementara dari teman-teman produksi untuk per hari ini," katanya di sela acara.

Melalui dorongan skenario komersialisasi dan optimasi penyerapan di lapangan, dia memproyeksikan angka realisasi lifting minyak pada penutupan akhir tahun dapat berada di atas capaian per Oktober 2026. "Desember kita targetkan lebih dari ini. Itu konservatif masih," tutupnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]