gop-crypto.vip

Maroko Nggak Main-main Geber Persiapan Piala Dunia 2030, Hotel Hingga Penerbangan

Jakarta -

Maroko terus berbenah menjelang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia FIFA 2030. Negeri di Afrika Utara itu berencana menambah kapasitas hotel besar-besaran dan melipatgandakan konektivitas penerbangan.

Langkah itu dilakukan sejak Maroko dipastikan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Ajang itu dihelat mulai 8 Juni hingga 21 Juli 2030.

Untuk menghadapi lonjakan jumlah penonton, Maroko mematok target menambah hingga 60 ribu tempat tidur atau sekitar seperlima dari total kapasitas yang dimiliki saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah itu dilakukan berkaca pada peningkatan jumlah wisatawan setelah tim nasional mereka mencetak sejarah sebagai negara Afrika dan Arab pertama yang berhasil menembus babak semifinal Piala Dunia Qatar 2022. Mereka meyakini, menjadi tuan rumah dan timnas yang dipastikan pentas dalam pesta sepakbola paling akbar sejagat itu membuat orang yang datang semakin banyak.

Pariwisata memang menjadi salah satu sektor penting bagi perekonomian Maroko. Industri itumempekerjakan ratusan ribu warga dan menyumbang sekitar 7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) negara itu.

"Kami melihat Piala Dunia FIFA 2030 sebagai akselerator, bukan tujuan akhir," ujar Menteri Pariwisata Maroko Fatim-Zahra Ammor, seperti dikutip dari The Arab Weekly, Kamis (23/7/2026).

Dalam empat tahun terakhir, Maroko telah menambah sekitar 45 ribu tempat tidur hotel sehingga total kapasitasnya kini mencapai lebih dari 300 ribu tempat tidur, berdasarkan data resmi pemerintah. Tahun lalu, Maroko menerima hampir 20 juta wisatawan internasional dan menjadi destinasi paling banyak dikunjungi di Afrika.

Tak hanya berfokus pada penambahan kamar hotel, Pemerintah Maroko juga menggelontorkan investasi lebih dari 190 miliar dirham atau sekitar USD 20 miliar untuk membangun dan memperluas jaringan kereta api, jalan raya, bandara, stadion, hingga berbagai infrastruktur perkotaan menjelang turnamen tersebut.

Di Piala Dunia 2030, Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Portugal dan Spanyol. Pembagian jumlah pertandingan yang digelar di masing-masing negara masih menunggu keputusan FIFA.

Pemerintah kini membidik angka 26 juta kunjungan wisatawan pada 2030. Bank sentral Maroko bahkan memperkirakan pendapatan sektor pariwisata akan mencetak rekor baru sebesar 161 miliar dirham pada 2027, naik dari 138 miliar dirham pada 2025. Bertambahnya rute penerbangan langsung dari berbagai negara Eropa juga ikut mendongkrak pertumbuhan sektor ini.

Menurut Ammor, fase pertumbuhan berikutnya akan difokuskan untuk menarik lebih banyak wisatawan dari China, Amerika Serikat, dan Timur Tengah melalui konektivitas penerbangan yang lebih baik.

Pemerintah juga mulai mengembangkan destinasi selain Marrakesh dan Agadir agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan. Ibu kota Rabat menjadi salah satu daerah yang diprioritaskan. Kota yang kaya akan bangunan bersejarah, museum, dan fasilitas olahraga itu akan dikembangkan sebagai pusat acara budaya, olahraga, hingga perjalanan bisnis.

"Kami perlu melakukan investasi yang menciptakan nilai jangka panjang bagi pariwisata Maroko," kata Ammor.

Dengan hotel baru, infrastruktur modern, dan target jutaan wisatawan tambahan, Maroko tak sekadar bersiap menyambut Piala Dunia 2030. Negeri itu sedang memasang ambisi besar untuk mengukuhkan diri sebagai pusat pariwisata baru di Afrika.