Marcos Santos sebut Mauro Zijlstra masih butuh waktu untuk adaptasi
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Arema FC Marcos Santos mengatakan penyerang muda Mauro Zijlstra masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tim asuhannya menjelang kompetisi musim 2026/2027.
Dikutip dari laman resmi klub, Kamis, Marcos mengatakan pemain pinjaman dari Persija Jakarta itu membutuhkan koneksi yang baik dengan pemain lain agar bisa mendapatkan suplai bola secara maksimal.
"Dia masih perlu membangun chemistry dengan tim. Tapi dia juga masih muda. Semoga dalam 10 hari ke depan menjelang liga dimulai, dia akan melakukan pekerjaan yang lebih baik karena dia akan mengenal rekan setimnya lebih baik daripada sekarang," ungkap Marcos.
Pemain berdarah Belanda tersebut didatangkan Arema FC dengan status pinjaman dari sesama klub BRI Super League Persija Jakarta pada bursa transfer musim panas ini.
Setelah resmi berlabuh ke Arema FC, Mauro Zijlstra mendapatkan bermain ketika Singo Edan melakoni pertandingan persahabatan kontra klub Championship Deltras FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Rabu.
Marcos menyambut kehadiran pemain berusia 21 tahun tersebut dan menganggap wajar penampilan yang belum maksimal dari Zijlstra pada pertandingan persahabatan kontra Deltras FC.
"Bagus memiliki Mauro sebagai pemain yang akan bermain di posisi yang Anda katakan, seperti di area penalti, di dalam kotak penalti. Tapi dia baru berada di sini sekitar tiga atau empat hari. Jadi belum banyak waktu untuknya," kata Marcos.
Pada pertandingan persahabatan menghadapi Deltras FC, Arema FC berhasil mengemas kemenangan dengan skor 2-0 berkat gol Johan Alfarizi dan Hamzah Titofani.
Ini merupakan kemenangan kedua beruntun Arema FC menjelang bergulirnya kompetisi 2026/2027 karena sebelumnya berhasil mengalahkan Rans Nusantara FC 2-0, pekan lalu.
Baca juga: Mauro Zijlstra nilai keputusan tepat gabung Arema FC
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.