gop-crypto.vip

Mana lebih penting: Bertanya atau menjawab?

Jakarta (ANTARA) - "Silakan, siapa yang bisa menjawab?" Kalimat itu mungkin merupakan pertanyaan yang paling sering terdengar di ruang-ruang kelas. Sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi, peserta didik dibiasakan untuk menjawab pertanyaan pendidik.

Ujian pun hampir selalu mengukur kemampuan menjawab. Semakin banyak jawaban yang benar, semakin tinggi nilai yang diperoleh. Sebaliknya, sangat jarang pendidik bertanya, "Siapa yang dapat mengajukan pertanyaan yang paling baik hari ini?"

Hampir semua lompatan besar dalam sejarah ilmu pengetahuan justru diawali oleh satu pertanyaan yang baik, bukan oleh satu jawaban.

Isaac Newton tidak memulai teorinya dengan jawaban, tetapi dengan pertanyaan mengapa apel jatuh ke bawah. Charles Darwin bertanya mengapa makhluk hidup memiliki keragaman yang begitu besar. Menurut Albert Einstein, merumuskan satu masalah sering kali lebih penting daripada menemukan solusinya.

Pengetahuan berkembang karena manusia bertanya, bukan karena manusia berhenti bertanya.

Ironisnya, pendidikan kita masih lebih banyak memberi penghargaan kepada jawaban daripada pertanyaan. Selama berabad-abad, pendekatan itu mungkin sudah memadai.

Ketika buku sulit diperoleh dan pendidik menjadi sumber utama pengetahuan, kemampuan menjawab memang menjadi indikator keberhasilan belajar. Peserta didik perlu menguasai sebanyak mungkin pengetahuan yang dimiliki pendidiknya.

Internet kemudian mengubah dunia. Informasi tidak lagi langka. Hampir semua jawaban dapat ditemukan melalui mesin pencari. Pendidikan pun mulai bergeser. Hal yang penting bukan lagi menghafal, melainkan mengetahui bagaimana mencari informasi.

Kini, kecerdasan artifisial (AI) kembali mengubah lanskap pendidikan secara lebih mendasar. AI tidak hanya membantu mencari informasi, tetapi juga menghasilkan jawaban. Dalam hitungan detik, AI mampu menjawab hampir semua pertanyaan dengan bahasa yang runtut, lengkap, dan meyakinkan.

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.