gop-crypto.vip

Malinau optimalkan penimbangan bayi dan balita deteksi dini stunting

Malinau optimalkan penimbangan bayi dan balita deteksi dini stunting

Sabtu, 5 September 2026 18:05 WIB

Image Print

Bupati Malinau Wempi W Mawa bersama Ketua TP PKK Malinau Maylenty Wempi saat mengunjungi salah satu Posyandu di Kabupaten Malinau. (ANTARA/HO-Diskominfo Malinau)

Malinau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengoptimalkan penimbangan bayi dan balita melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk mendeteksi dini serta mencegah stunting.

“Penimbangan bayi dan balita menjadi langkah penting untuk memantau tumbuh kembang anak serta mendeteksi secara dini berbagai risiko kesehatan, termasuk stunting,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau Ernes Silvanus di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu.

Sebagai upaya terus memperkuat percepatan penanganan stunting, kata Ernes, Pemkab Malinau telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Penggerakan dan Peningkatan Capaian Kunjungan Balita ke Posyandu.

“Kita telah menggelar rakor untuk memperkuat percepatan penanganan stunting melalui optimalisasi kunjungan bayi dan balita ke posyandu, Kamis (3/9) kemarin,” katanya.

Sekda Malinau mengungkapkan, berdasarkan laporan dari sejumlah kecamatan, capaian penimbangan bayi masih perlu ditingkatkan. Salah satunya di Kecamatan Malinau Utara, di mana dari 1.247 bayi, baru sekitar 40 persen yang tercatat mengikuti penimbangan.

“Ini yang harus kita kejar. Kita perlu mengetahui berapa yang sudah tertimbang, berapa yang belum, di mana mereka, dan apa penyebabnya sehingga tidak datang ke Posyandu,” kata Ernes.

Pemkab Malinau, lanjutnya, menargetkan peningkatan cakupan penimbangan bayi dan balita melalui gerakan bersama sepanjang September hingga Oktober. Adapun target capaian penimbangan di Kabupaten Malinau dapat mencapai lebih dari 85 persen, sesuai target nasional.

Menurutnya, upaya dan target tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, RT, keluarga hingga masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengajak para orang tua membawa anaknya ke Posyandu.

“Tenaga kesehatan memiliki keterbatasan, baik jumlah maupun waktu. Karena itu, ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Selain itu, dia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk rutin membawa bayi dan balita ke Posyandu. Sebab, kata dia, penyebab masih rendahnya kunjungan bayi dan balita ke Posyandu dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kurangnya kesadaran orang tua hingga belum optimalnya dukungan dari lingkungan keluarga.

Karena itu, ia menilai edukasi dan ajakan kepada masyarakat perlu terus diperkuat. Dengan membawa anak ke Posyandu secara rutin, perkembangan berat badan dan kondisi kesehatan bayi maupun balita dapat dipantau sejak dini.

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.