Malinau libatkan desa dan RT percepatan penanggulangan TBC
Malinau libatkan desa dan RT percepatan penanggulangan TBC
Kamis, 27 Agustus 2026 19:42 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Ernes Silvanus (ANTARA/HO-Prokompim Malinau)
Malinau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau tidak hanya mengandalkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC), tapi juga melibatkan desa dan Rukun Tetangga (RT).
“Percepatan penanggulangan TBC tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinkes. Seluruh sektor hingga tingkat kecamatan, desa dan RT harus terlibat aktif dalam memberikan edukasi serta mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau Ernes Silvanus di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis.
Menurutnya langkah pertama edukasi dan dorongan yang harus dilakukan adalah menghapus stigma di tengah masyarakat bahwa TBC disebut penyakit kutukan, penyakit keturunan dan penyakit yang hanya dialami masyarakat miskin.
“TBC bukan penyakit kutukan, bukan penyakit keturunan, dan bukan pula penyakit yang hanya dialami masyarakat miskin,” tegasnya.
Dengan edukasi yang merata, kata Ernes, akan membuat masyarakat tidak lagi merasa malu untuk memeriksakan diri. Terlebih, masih terdapat masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan namun belum seluruhnya terdeteksi.
“Kalau stigma ini sudah baik, saya yakin dan percaya dengan senang hati orang akan datang memeriksakan diri” ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan lintas sektor sebagaimana amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC.
Karena itu, lanjutnya, kehadiran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), camat, kepala desa hingga RT sangat penting. Sebab, apabila penanganan hanya dibebankan kepada Dinkes dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), persoalan TBC tidak akan selesai secara menyeluruh.
“Bappeda, DPMD, camat dan kepala desa diminta hadir karena kita bertanggung jawab bersama terhadap penanggulangan penyakit ini,” kata Ernes.
Oleh sebab itu ia menekankan peran camat, kepala desa dan ketua RT sangat penting setelah proses skrining dilakukan. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, mereka diharapkan mampu membantu mengedukasi masyarakat, mendorong warga yang memiliki gejala-gejala TBC untuk memeriksakan diri serta memastikan pasien yang terindikasi menjalani pengobatan secara disiplin.
“Saya mengajak seluruh pihak berani menyampaikan kepada keluarga maupun warga apabila memiliki gejala yang mengarah pada TBC,” tuturnya.
Selain faktor kesehatan, dia juga menyoroti pentingnya kondisi lingkungan tempat tinggal, sirkulasi udara, kebiasaan merokok, daya tahan tubuh serta kontak erat dalam upaya mencegah penularan TBC.
Dia juga meminta masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pasien agar memiliki semangat menjalani pengobatan hingga tuntas dan tidak mengucilkan penderita.
“Yang sakit harus berjiwa besar, dan kita juga jangan mengucilkan. Dia tetap boleh makan bersama kita. Yang penting edukasinya bagaimana,” katanya.
Selanjutnya Ernes juga mendorong adanya strategi khusus hingga tingkat desa. Di mana pemerintah desa dapat menggandeng tokoh adat dan tokoh agama untuk membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
Ke depan, lanjut dia, pemerintah daerah membuka peluang penerapan proyek percontohan penanganan TBC di salah satu desa, sehingga strategi penanggulangan dapat diterapkan secara terukur dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya.
Sebab itu dukungan anggaran menjadi salah satu yang penting untuk melaksanakannya. Karena itulah dia menegaskan bahwa arah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 akan tetap memperhatikan sektor pendidikan dan kesehatan, meskipun kondisi pendapatan daerah mengalami penurunan.
“Sekalipun mungkin anggaran pendapatan daerah menurun, bukan berarti kita berhenti. Tugas utama kita bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Momentum perkuat toleransi, Malinau siap jadi tuan rumah Pesparani IV
Baca juga: Malinau tingkatkan kolaborasi lintas sektor percepat eliminasi TBC
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.