Mahasiswa Teknik Kimia UMS sulap bunga telang dan tempurung kelapa jadi produk bernilai ekonomi
Mahasiswa Teknik Kimia UMS sulap bunga telang dan tempurung kelapa jadi produk bernilai ekonomi
Minggu, 18 Oktober 2026 19:12 WIB
Praktik pembuatan jelly bunga telang. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal untuk mendorong pemberdayaan masyarakat Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Organisasi Kemahasiswaan (PPO), mahasiswa mendampingi warga mengolah bunga telang menjadi permen jelly serta tempurung kelapa menjadi briket aromaterapi yang berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim Keluarga Mahasiswa Teknik Kimia (KMTK) UMS tersebut menyasar masyarakat Kampung RW 3 Desa Singopuran. Program ini diketuai oleh Fatih Ammar Luthfian dengan pendampingan dosen Dr. Ir. Eni Budiyati, S.T., M.Eng. Berbagai pelatihan dan kegiatan edukatif diselenggarakan untuk meningkatkan keterampilan warga sekaligus membuka peluang usaha berbasis pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Ketua tim pelaksana Fatih Ammar Luthfian berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat diterapkan dan dibagikan kepada warga lainnya.
“Harapan kami, ilmu yang didapat dari kegiatan ini bisa disebarkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi contoh bagi desa lain,” tuturnya, Minggu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan pembuatan permen jelly bunga telang yang melibatkan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Dalam pelatihan tersebut, warga diperkenalkan pada cara mengolah bunga telang menjadi produk pangan yang memiliki daya tarik dan nilai tambah. Produk ini diharapkan dapat dikembangkan sebagai camilan yang berpotensi dipasarkan untuk menambah pendapatan keluarga.
Selain pelatihan pengolahan pangan, tim mahasiswa juga menyelenggarakan kegiatan edukatif bagi anak-anak melalui lomba menggambar dan makan biskuit. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program yang diselenggarakan pada momentum Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui aktivitas interaktif ini, mahasiswa berupaya menciptakan suasana kebersamaan sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Sebagai kegiatan puncak, tim KMTK UMS mengadakan pelatihan pembuatan briket aromaterapi berbahan dasar tempurung kelapa dan cendana. Pelatihan ini diikuti oleh bapak-bapak RT, pemuda, serta warga setempat. Peserta mempelajari proses pencampuran arang tempurung kelapa dengan bahan aromatik cendana untuk menghasilkan briket yang dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan.
Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai guna tempurung kelapa yang dapat diolah menjadi produk alternatif. Selain berpotensi dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan, briket aromaterapi juga dapat dikembangkan sebagai produk usaha rumahan. Meski demikian, pemanfaatannya tetap perlu memperhatikan keamanan penggunaan dan ventilasi ruangan karena proses pembakaran menghasilkan asap.
Dosen pendamping kegiatan, Dr. Ir. Eni Budiyati, S.T., M.Eng., berharap pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan keterampilan, tetapi juga pengembangan kegiatan ekonomi produktif.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi sarana menambah keterampilan baru, tetapi juga mampu membuka peluang usaha mikro yang produktif bagi warga setempat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga Desa Singopuran. Melalui pendampingan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi produk bernilai jual. Pengolahan bunga telang dan tempurung kelapa diharapkan dapat menjadi alternatif usaha yang memanfaatkan potensi lokal secara kreatif.
Melalui program PPO tersebut, lanjutya, mahasiswa Teknik Kimia UMS berupaya mendorong Desa Singopuran mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian masyarakat serta memperluas peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya lingkungan.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.