gop-crypto.vip

Mahasiswa KKN UMKoe sosialisasikan pencegahan stunting melalui Posyandu

Mahasiswa KKN UMKoe sosialisasikan pencegahan stunting melalui Posyandu

Rabu, 19 Agustus 2026 13:30 WIB

Image Print

Foto bersama mahasiswa KKN UMKoe dengan masyarakat di sela-sela aktivitas Posyandu di salah satu rumah warga di di RT 30 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026). (ANTARA/HO/Mahasiswa KKN UMKoe)

Kupang (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKoe) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) turut berperan aktif dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, seperti mensosialisasikan pencegahan stunting melalui aktivitas Posyandu.

Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu rumah warga di RT 30 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026).

Aktivitas Posyandu dimulai pukul 09.15 Wita dan berakhir pada pukul 12.22 Wita, yang melibatkan bayi (0-12 bulan), balita (1-5 tahun), lansia, serta masyarakat setempat.

Dalam melakukan aktivitasnya di Posyandu, mahasiswa KKN UMKoe didampingi oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Oepoi.

Mahasiswa KKN UMKoe turut membantu proses pelayanan Posyandu, seperti menimbang bayi, balita, dan lansia, serta membantu mengarahkan masyarakat selama proses penimbangan serta membantu mencatat dan memantau hasil pengukuran.

Kegiatan penimbangan dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui kondisi pertumbuhan dan kesehatan bayi serta balita secara berkala. Sementara bagi lansia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemantauan kesehatan masyarakat lanjut usia.

Setelah proses penimbangan, mahasiswa KKN UMKoe juga mensosialisasikan upaya pencegahan stunting kepada masyarakat, terutama kepada orang tua yang memiliki bayi dan balita.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki masa pertumbuhan.

Mahasiswa juga menyampaikan beberapa langkah pencegahan stunting, seperti memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, memberikan MPASI bergizi setelah anak berusia enam bulan, menjaga kebersihan dan sanitasi, serta rutin membawa anak ke Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangannya.

Selanjutnya, anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut diberikan bubur dan telur. Pemberian makanan ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus memberikan contoh kepada orang tua mengenai pentingnya makanan bergizi bagi tumbuh kembang anak.

Anak-anak terlihat antusias menerima makanan yang diberikan, sementara para orang tua mengikuti kegiatan sosialisasi dengan baik dan mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pencegahan stunting.

Kolaborasi

Pada kegiatan Posyandu tersebut, mahasiswa KKN UMKoe berkolaborasi dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Oepoi, terutama dalam membantu kelancaran pelayanan medis dan memberikan pendampingan kesehatan kepada masyarakat.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UMKoe dan tenaga kesehatan Puskesmas Oepoi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemantauan kesehatan, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting sejak dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMKoe berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan rutin memanfaatkan pelayanan Posyandu.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN UMKoe kepada masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kesehatan dan edukasi.

Bersama mencegah stunting, bersama mewujudkan generasi sehat dan berkualitas.

Pewarta : Anwar
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.