Maba Umsura kumpulkan boneka-pembalut untuk korban bencana NTT - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) mengumpulkan bantuan berupa boneka, popok, dan pembalut untuk perempuan dan anak korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kepedulian dan rasa empati kami, seluruh warga kampus, termasuk mahasiswa baru, terhadap musibah bencana alam yang terjadi di NTT, khususnya gempa, sangat besar," kata Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., dalam pembukaan Masa Ta'aruf Mahasiswa (Mastama), Orientasi Pendidikan (Ordik), dan Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau MOX 2026, Senin.
Aksi simbolik tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan spesifik perempuan dan anak yang tetap harus dipenuhi dalam situasi bencana.
Mundakir mengatakan persoalan akibat bencana belum sepenuhnya selesai sehingga bantuan masih dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Umsura tidak hanya menyalurkan donasi berupa uang, tetapi juga berbagai kebutuhan bagi perempuan dan anak.
Mundakir menjelaskan boneka yang dikumpulkan mahasiswa menjadi simbol kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak korban bencana.
"Kami ingin, meskipun berada dalam suasana bencana, anak-anak di sana tetap memiliki nuansa terhibur dan bisa bermain selayaknya anak-anak," ujarnya.
Sementara itu, popok dan pembalut dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan perempuan dan anak yang sering kali kurang mendapat perhatian saat terjadi bencana.
"Begitu pula dengan kebutuhan pampers dan pembalut. Itu merupakan bentuk perhatian kami terhadap kebutuhan ibu-ibu. Proses biologis dan reproduksi perempuan tentu tetap berjalan, termasuk di tengah situasi bencana," katanya.
Mundakir berharap bantuan tersebut dapat sedikit mengurangi beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT.
Ia juga mengajak masyarakat melakukan refleksi terhadap sejumlah musibah yang terjadi belakangan ini, termasuk hilangnya atau belum ditemukannya jurnalis yang hendak meliput letusan Gunung Krakatau serta kapal KM Virgo yang mengalami lost contact.
"Tentu, semua ini menjadi bagian dari persoalan yang perlu kita sikapi bersama," katanya.
Menurut Mundakir, kepedulian dapat diwujudkan tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga doa bagi para korban dan masyarakat yang terdampak.
"Selain menyalurkan dan mengekspresikan rasa empati, sebagai umat beragama kita juga perlu berdoa agar musibah-musibah yang terjadi segera berakhir. Semoga mereka yang terdampak diberikan kekuatan, kesabaran, dan yang terbaik oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu wa Ta'ala," katanya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.