Luncurkan Trade Corporate University, Mendag Soroti 3 Program Utama
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menuturkan, peluncuran cetak biru pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perdagangan menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University Kementerian Perdagangan (Kemendag) dirancang untuk mendukung tiga program utama Kemendag ke depan.
Program pertama, pengamanan pasar dalam negeri, yakni bagaimana pasar domestik diisi oleh produk-produk lokal melalui kebijakan impor yang tetap mengacu pada aturan World Trade Organization (WTO), sekaligus mendorong daya saing produk nasional.
Kedua, perluasan pasar ekspor lewat perjanjian dagang. Budi menyebut, Indonesia saat ini telah memiliki 25 perjanjian dagang yang sudah berjalan, dua dalam proses ratifikasi, dan 13 lainnya masih dalam tahap negosiasi. Program ini membutuhkan SDM yang mumpuni, termasuk negosiator-negosiator dagang yang andal.
Ketiga, program "dari lokal untuk global" yang mencakup tiga inisiatif: UMKM bisa ekspor lewat fasilitasi dan koneksi ke perwakilan dagang di luar negeri, desa bisa ekspor lewat pelatihan dan business matching, serta program kampus bagi mahasiswa agar terbiasa menjadi eksportir sejak di bangku kuliah.
Budi menyebut, Kemendag telah menggandeng lebih dari 20 kampus untuk program ini, dan sejumlah mahasiswa peserta program disebutnya sudah berhasil melakukan ekspor.
“Kita ingin mendidik anak-anak kita itu dari meja sekolah supaya dia bisa jadi entrepreneur, salah satunya adalah dengan menjadi eksportir. Caranya bagaimana ? Ya kita bikin pelatihan,” kata Budi.
Ia menekankan pentingnya kesamaan persepsi di internal Kemendag agar seluruh pegawai, dari staf hingga pejabat, memahami ketiga program tersebut. Ia menegaskan pelatihan lewat Trade CorpU akan disesuaikan secara organik dengan kebutuhan program-program itu.
Melalui Trade CorpU dan Cetak Biru SDM Perdagangan, Mendag berharap dapat terus mendorong peningkatan kompetensi ASN untuk mendukung program-program pemerintah, sehingga bisa memberi kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kementerian Perdagangan Siapkan ASN Hadapi Era AI Lewat Trade CorpU
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457288/original/036912000_1766994690-7c6fd0ce-eaff-4f05-a307-b620f1c9397b.jpeg)
Perbesar
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Trade Corporate University (Trade CorpU) yang merupakan sistem pembelajaran terintegrasi untuk pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemendag serta peta jalan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga dua dekade ke depan pada Rabu, (2/9/2026).
Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh, dan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq.
Menteri PANRB Rini Widyantini mengapresiasi langkah Kemendag pada acara Peluncuran Trade Corporate University (Trade CorpU) dan Cetak Biru Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perdagangan menuju Indonesia Emas 2045.
Rini menilai, dua hal itu saling melengkapi. Cetak biru memberi arah kompetensi apa yang dibutuhkan ASN perdagangan dalam lima hingga 10 tahun ke depan, sementara Trade CorpU jadi instrumen yang memperkuat pencapaiannya di lapangan.
"Ini adalah sesuatu hal yang tidak dipisahkan antara cetak biru SDM dan corporate university," ujar Rini di Auditorium Kemendag, Jakarta.
ASN Dituntut Jadi "Future Ready Trade Talent"
Rini menyampaikan, perubahan geopolitik, digitalisasi, hingga kecepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) mengubah lanskap perdagangan secara signifikan. Kondisi ini menuntut ASN Kemendag mampu beradaptasi cepat agar tetap relevan. Hal ini yang ia sebut sebagai future ready trade talent.
Menteri PANRB Sebut 4 Kapabilitas ASN Perdagangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499484/original/079695700_1770787736-IMG_1308.jpeg)
Perbesar
Ia merinci empat kapabilitas strategis yang perlu dikembangkan ASN perdagangan ke depan, yakni kebijakan dan negosiasi dagang, pengembangan pasar ekspor, digitalisasi data, serta kepemimpinan. Kapabilitas ini disusun berdasarkan peta kompetensi yang sebelumnya telah disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendag ke Kementerian PANRB.
Rini menegaskan, pembelajaran ASN ke depan tidak lagi cukup dilakukan di ruang kelas. Ia meminta agar tempat kerja turut menjadi ruang belajar, sehingga hasil pembelajaran bisa langsung dipakai memperbaiki kinerja organisasi.
Keberhasilan Trade CorpU nantinya tidak diukur dari banyaknya pelatihan yang diselenggarakan atau jumlah sertifikat yang dikantongi ASN, melainkan dari perubahan kompetensi dan dampaknya terhadap kinerja serta manfaat bagi masyarakat, menurut Rini.
"Korpu ini terutama bukan soal gedung, bukan soal platform, bukan soal katalog, tapi ini adalah sebuah cara organisasi itu belajar dari pekerjaannya sendiri," katanya.
Ia berharap Trade CorpU tak berhenti menjadi program seremonial atau dokumen semata, melainkan menjadi agenda seluruh pejabat pimpinan tinggi dan ASN di lingkungan Kemendag, bukan hanya tanggung jawab Badan Pengembangan SDM Perdagangan (BPSDMP).
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6