gop-crypto.vip

Lindungi Anak dari Penyakit Menular, BIAS 2026 Dimulai

Petugas puskesmas menyuntikkan vaksin kepada siswa saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Rawa Buntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026). Program BIAS di sekolah tersebut diikuti 144 siswa yang terdiri atas siswa kelas 1 penerima imunisasi campak-rubela serta siswi kelas 5 dan 6 penerima vaksin human papillomavirus (HPV).

Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 mulai dilaksanakan di Kota Tangerang Selatan, Banten, sebagai bagian dari upaya meningkatkan cakupan imunisasi bagi anak usia sekolah. Kegiatan putaran pertama digelar di SDN Rawa Buntu 03, Rabu (5/8/2026).

Petugas puskesmas menyuntikkan vaksin kepada siswa saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Rawa Buntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026). Program BIAS di sekolah tersebut diikuti 144 siswa yang terdiri atas siswa kelas 1 penerima imunisasi campak-rubela serta siswi kelas 5 dan 6 penerima vaksin human papillomavirus (HPV).

Pada pelaksanaan perdana tersebut, sebanyak 144 siswa mengikuti program imunisasi. Sasaran vaksinasi terdiri atas siswa kelas 1 yang menerima imunisasi campak-rubela (MR) serta siswi kelas 5 dan 6 yang memperoleh vaksin human papillomavirus (HPV) untuk membantu mencegah kanker leher rahim di kemudian hari.

Petugas puskesmas menyuntikkan vaksin kepada siswa saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Rawa Buntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026). Program BIAS di sekolah tersebut diikuti 144 siswa yang terdiri atas siswa kelas 1 penerima imunisasi campak-rubela serta siswi kelas 5 dan 6 penerima vaksin human papillomavirus (HPV).

Pelaksanaan BIAS tahun ini menjadi putaran pertama yang digelar di Kota Tangerang Selatan sepanjang Agustus 2026.

Petugas puskesmas menyuntikkan vaksin kepada siswa saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Rawa Buntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026). Program BIAS di sekolah tersebut diikuti 144 siswa yang terdiri atas siswa kelas 1 penerima imunisasi campak-rubela serta siswi kelas 5 dan 6 penerima vaksin human papillomavirus (HPV).

Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai sekolah dasar negeri maupun swasta dengan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

Petugas puskesmas menyuntikkan vaksin kepada siswa saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Rawa Buntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026). Program BIAS di sekolah tersebut diikuti 144 siswa yang terdiri atas siswa kelas 1 penerima imunisasi campak-rubela serta siswi kelas 5 dan 6 penerima vaksin human papillomavirus (HPV).

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menargetkan pemberian vaksin HPV kepada 22.738 siswi selama Agustus 2026. Selain itu, sebanyak 27.880 siswa dan siswi menjadi sasaran imunisasi campak-rubela yang akan diberikan secara bertahap sesuai jadwal pelaksanaan di masing-masing sekolah.

Petugas puskesmas menyuntikkan vaksin kepada siswa saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Rawa Buntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026). Program BIAS di sekolah tersebut diikuti 144 siswa yang terdiri atas siswa kelas 1 penerima imunisasi campak-rubela serta siswi kelas 5 dan 6 penerima vaksin human papillomavirus (HPV).

Program BIAS merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memastikan anak-anak usia sekolah memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal. Selain memberikan perlindungan terhadap penyakit menular, pelaksanaan imunisasi di lingkungan sekolah juga diharapkan mampu meningkatkan cakupan vaksinasi secara merata.

Petugas puskesmas menyuntikkan vaksin kepada siswa saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Rawa Buntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026). Program BIAS di sekolah tersebut diikuti 144 siswa yang terdiri atas siswa kelas 1 penerima imunisasi campak-rubela serta siswi kelas 5 dan 6 penerima vaksin human papillomavirus (HPV).

Imunisasi campak-rubela bertujuan melindungi anak dari penyakit campak dan rubela yang dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak dicegah. Sementara itu, vaksin HPV diberikan sebagai langkah pencegahan dini terhadap infeksi human papillomavirus, penyebab utama sebagian besar kasus kanker leher rahim.

Petugas puskesmas menyuntikkan vaksin kepada siswa saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Rawa Buntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026). Program BIAS di sekolah tersebut diikuti 144 siswa yang terdiri atas siswa kelas 1 penerima imunisasi campak-rubela serta siswi kelas 5 dan 6 penerima vaksin human papillomavirus (HPV).

Pelaksanaan imunisasi dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan tetap menerapkan prosedur pelayanan yang aman. Sebelum menerima vaksin, setiap siswa menjalani pemeriksaan singkat untuk memastikan kondisi kesehatannya memenuhi syarat.

Petugas puskesmas menyuntikkan vaksin kepada siswa saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Rawa Buntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026). Program BIAS di sekolah tersebut diikuti 144 siswa yang terdiri atas siswa kelas 1 penerima imunisasi campak-rubela serta siswi kelas 5 dan 6 penerima vaksin human papillomavirus (HPV).

Pemerintah terus mendorong partisipasi sekolah dan orang tua dalam menyukseskan program BIAS. Dukungan berbagai pihak dinilai penting agar seluruh anak yang menjadi sasaran dapat memperoleh imunisasi sesuai jadwal sehingga terbentuk perlindungan yang lebih luas di lingkungan sekolah.

Petugas puskesmas menyuntikkan vaksin kepada siswa saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Rawa Buntu 03, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (5/8/2026). Program BIAS di sekolah tersebut diikuti 144 siswa yang terdiri atas siswa kelas 1 penerima imunisasi campak-rubela serta siswi kelas 5 dan 6 penerima vaksin human papillomavirus (HPV).

Melalui pelaksanaan BIAS 2026, pemerintah berharap angka kejadian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi terus menurun. Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan anak Indonesia sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan sejak usia dini.