gop-crypto.vip

Legislator Kalteng pantau pengerjaan ruas jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu

Legislator Kalteng pantau pengerjaan ruas jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu

Kamis, 27 Agustus 2026 23:57 WIB

Image Print

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Hafid saat memantau pengerjaan lanjutan ruas jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu di Desa Terantang Kecamatan Seranau Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (26/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi 

Sampit (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Hafid memanfaatkan reses dengan memantau pengerjaan lanjutan ruas jalan Cempaka Mulia Timur-Kampung Melayu yang dibiayai pemerintah provinsi.

"Beberapa waktu lalu dalam rapat kerja Komisi IV bersama Dinas PUPR Kalteng sudah disampaikan bahwa tahun ini penanganan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu mulai dilakukan secara bertahap, salah satunya melalui pembangunan box culvert. Sekarang kita melihat langsung pekerjaan itu sudah berjalan,” kata Abdul Hafid di Sampit, Kamis.

Ruas jalan ini akan menghubungkan dua kabupaten yakni membentang dari Desa Cempaka Mulia Timur Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Timur hingga ke Kampung Melayu Kabupaten Katingan. Status jalan ini kini menjadi jalan provinsi sehingga kewenangan dan tanggung jawab pengelolaannya juga berada di tangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Abdul Hafid yang merupakan legislator dari daerah pemilihan Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, tidak hanya mengisi masa resesnya dengan menggelar pertemuan untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan pembangunan, khususnya yang dibiayai pemerintah provinsi.

Dia meninjau pengerjaan ruas jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu, tepatnya di titik Desa Terantang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Dia datang berbaur dengan warga yang juga terlihat asyik menyaksikan kegiatan pekerjaan di lokasi.

Saat peninjauan berlangsung, aktivitas pekerjaan terlihat sedang berjalan. Alat berat melakukan penggalian pada salah satu titik yang akan dibangun box culvert sebagai bagian dari penanganan ruas jalan tersebut.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Tengah, Bidang Bina Marga, dengan paket kegiatan Peningkatan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu. Nilai kontrak pekerjaan tercatat sebesar Rp2.424.000.000, bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026.

Baca juga: Legislator Kalteng-Barut serap aspirasi warga

Pekerjaan dilaksanakan selama 150 hari kalender, mulai 9 Juli hingga 5 Desember 2026, dilanjutkan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender hingga 2 Juni 2027. Pelaksana pekerjaan adalah CV Kompak Jaya dan konsultan pengawas CV Trias Pointer.

Abdul Hafid mengatakan peninjauan lapangan penting dilakukan untuk memastikan program yang telah dibahas bersama pemerintah daerah benar-benar mulai dilaksanakan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sebelumnya, berdasarkan hasil rapat kerja Komisi IV DPRD Kalteng bersama Dinas PUPR Kalteng, pemerintah provinsi mengalokasikan sekitar Rp2,5 miliar untuk pembangunan lima unit box culvert di ruas tersebut. Nilai kontrak yang kemudian tercantum di papan proyek adalah Rp2,424 miliar.

Pembangunan box culvert menjadi tahap penting karena sejumlah titik pada ruas tersebut membutuhkan penanganan drainase dan konstruksi penyeberangan air sebelum peningkatan badan jalan dilakukan secara lebih luas.

Politisi muda yang menjabat Ketua DPD PAN Kotawaringin Timur menegaskan, penanganan tidak boleh berhenti pada pekerjaan tahun 2026. Ruas jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu mempunyai fungsi strategis bagi konektivitas kawasan di seberang Sungai Mentaya.

“Pembangunan ini harus kita kawal secara berkelanjutan. Tahun ini dimulai dengan beberapa box culvert. Ke depan kita berharap peningkatan badan jalannya juga terus mendapatkan dukungan anggaran sampai akses masyarakat benar-benar semakin baik,” katanya.

Ruas jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu sebelumnya telah beralih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Ruas jalan ini menjadi akses strategis yang menghubungkan Kecamatan Cempaga menuju Seranau dan Pulau Hanaut serta menuju wilayah Kampung Melayu perbatasan Kabupaten Katingan.

Baca juga: Sambangi warga desa di Kotim, Legislator Kalteng janji perjuangkan aspirasi

Jalur tersebut juga melayani banyak desa dan menjadi akses masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan, perikanan maupun berbagai kebutuhan pokok.

Abdul Hafid menilai, pembangunan jalan tidak semata-mata dilihat sebagai proyek fisik, tetapi harus ditempatkan sebagai upaya membuka konektivitas dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Kalau akses semakin baik, waktu tempuh menjadi lebih singkat, biaya angkut bisa ditekan dan hasil produksi masyarakat lebih mudah dibawa keluar. Dampak akhirnya yang kita harapkan adalah ekonomi desa ikut tumbuh,” ujarnya.

Ia juga meminta pelaksana pekerjaan menjaga kualitas konstruksi dan menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, sementara perangkat daerah dan konsultan pengawas harus memastikan spesifikasi teknis benar-benar dipenuhi.

Menurut Abdul Hafid, fungsi DPRD tidak selesai ketika anggaran telah disetujui. Pengawasan terhadap pelaksanaan di lapangan menjadi bagian penting agar setiap rupiah anggaran daerah menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Anggarannya berasal dari uang masyarakat. Karena itu kualitas, ketepatan waktu dan manfaat pekerjaannya harus kita jaga bersama. Saya akan terus mengawal ruas Cempaka Mulia–Kampung Melayu ini agar penanganannya berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.

Dengan dimulainya pembangunan box culvert tahun ini, penanganan ruas jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu diharapkan menjadi titik awal peningkatan konektivitas secara bertahap sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah selatan Kotawaringin Timur.

Baca juga: Cegah kebakaran, DPRD Kalteng minta instalasi listrik gedung tua diperiksa

Baca juga: DPRD Kalteng soroti layanan dasar sebagai penopang ekonomi di DAS Barito

Baca juga: DPRD Kalteng soroti dampak pemadaman listrik terhadap UMKM

Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.