Lapas Gorontalo cetak warga binaan ahli konstruksi - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo melakukan terobosan dengan mencetak para warga binaan untuk menjadi ahli konstruksi.
Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison di Gorontalo, Jumat, mengatakan hal itu diikuti dengan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Koperasi Produsen Infinity Alam Lestari.
Kesepakatan ini membuka jalan bagi warga binaan, untuk terjun ke proyek rehabilitasi pembangunan enam unit gedung UMKM Pentadio Resort dan satu unit showroom motor listrik.
"Terobosan ini menjadi wadah agar narapidana bisa berkarya dan mengasah bakat mereka secara langsung di lapangan," katanya.
Junaidi mengatakan program ini bertujuan mencetak tenaga kerja terampil, mandiri dan bersertifikat resmi.
Berbekal keahlian ini, warga binaan diharapkan siap bersaing di dunia kerja usai bebas.
Kegiatan produktif ini juga dirancang agar rutin memberikan pemasukan bagi kas negara, lewat Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disetorkan secara transparan.
Junaidi mengatakan pula, agar program maksimal, kedua pihak berbagi peran.
Lapas Gorontalo menyiapkan warga binaan yang layak sekaligus menjamin keamanan ketat di lokasi.
Sementara Koperasi Infinity Alam Lestari yang berpusat di Jakarta Barat, bertanggung jawab menyediakan lokasi, instruktur ahli dan peralatan kerja.
Mereka juga wajib memfasilitasi pendampingan sampai merilis sertifikat pelatihan resmi bagi warga binaan.
Sisi paling humanis dari kerja sama ini, kata dia, adalah kepastian jaminan upah bagi para pekerja.
Warga binaan dipastikan menerima bayaran minimal sepuluh persen dari penghasilan kotor proyek.
Upah tersebut pun ditabung ke rekening atas nama warga binaan sendiri.
Selain jaminan tabungan masa depan, pihak koperasi juga wajib menjamin layanan kesehatan kerja para peserta tanpa mengurangi fungsi klinik Lapas.
Langkah strategis ini membuktikan komitmen Lapas Gorontalo, untuk terus memberdayakan warga binaan secara optimal.
Masa pidana kini diubah menjadi momen pendidikan yang sangat produktif.
Berbekal keterampilan teknis, sertifikat kemampuan dan tabungan dari hasil keringat sendiri, warga binaan punya modal nyata menata hidup.
"Kolaborasi ini pun diharapkan memicu keterlibatan lebih banyak pihak swasta di kemudian hari," imbuhnya.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.