Lakukan penanaman perdana, BBRMP Maluku manfaatkan lahan cetak sawah untuk produksi padi - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku memanfaatkan lahan hasil program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk produksi padi melalui penanaman perdana menggunakan metode PM-AAS di Negeri Leaway, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah.
“Penanaman perdana tersebut dilakukan pada lahan seluas sembilan hektare, sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produksi pangan di Maluku,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan di Ambon, Kamis.
Kegiatan itu diikuti Kepala BRMP Maluku, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Maluku Tengah, perwakilan BPLIP Mataram, Balai Wilayah Sungai (BWS), Kodim 1502 Masohi, Kapolsek, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Maluku Tengah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Penanaman padi dengan metode PM-AAS di lahan cetak sawah tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak untuk mempercepat pemanfaatan lahan pertanian dan mendukung produksi pangan berkelanjutan, terutama di tengah kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Program CSR pertanian di Kabupaten Maluku Tengah mencakup lahan seluas 92 hektare. Sebagian besar lahan tersebut saat ini masih dalam proses konstruksi cetak sawah,” ujar dia.
Bagi masyarakat Negeri Leaway, program tersebut kembali membuka potensi lahan pertanian yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Kelompok tani setempat menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan program tersebut.
Lahan yang hampir 30 tahun tidak termanfaatkan itu kini mulai diolah dan ditanami kembali.
“Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” kata Gunawan.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.